Sen02192018

Last update02:37:58 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Home WISATA

Artist

FDP XIV Dibuka Secara Resmi ; Diharapkan Jadi Momentum Kebersamaan Warga Poso

Ribuan masyarakat dari berbagai pelosok Kabupaten Poso membanjiri arena pembukaan Festival Danau Poso (FDP) XIX di Kota Tentena, Tepian Danau Poso, Sulawesi Tengah, yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tengah Drs H Longki Djanggola, MSi pada hari Selasa (2/11/16).


Pembukaan FDP XIX ini sempat tertunda hampir satu jam karena hujan deras mengguyur kota wisata tersebut, namun masyarakat yang datang dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Poso tetap antusias menanti dan mengikuti seluruh rangkaian acara pembukaan yang berlangsung sampai malam hari.


Masyarakat yang datang dihibur oleh penampilan sejumlah artis dan grup band dari ibukota seperti Mita Talahatu dan NTT Voice. Rencananya pada malam penutupan Once Mekel, Iis Dahlia, Evi Masamba, Mitha Talahatu, glenn Fresly serta artis lokal akan menghibur warga pada Sabtu (5/11/16) malam nanti.


Sejumlah Pejabat dan tokoh hadir dalam acara pembukaan FDP XIX antara lain Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti dan istri serta Ahmad Kalla, adik kandung Wapres Jusuf Kalla, Danrem 132/Tadulako Kol Inf. Muh Saleh Mustafa, Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudi Sufahriadi serta Bupati Poso Darmin A. Sigilipu. 


Gubernur Sulteng dalam sambutannya mengapresiasi FDP dengan mengatakan bahwa FDP XIX ini akan membantu mengambangkan potensi seni dan budaya serta kekayaan pariwisata Poso.Acara pembukaan tersebut kemudian diomeriahkan dengan pesta kembang api dan pelepasan ribuan lampu lampion dan dan acara dero bersama, sebuah tari massal lambang persahabatan dan persaudaraan masyarakat Poso.


Selama FDP, akan digelar berbagai lomba permainan tradisional, penampilan seni dan budaya dari berbagai kecamatan, lari marathon, pameran dan promosi produk serta potensi wisata daerah serta pemilihan putra-putri wisata Poso.

PNS Poso Diminta Sukseskan FDP XIX

Kegiatan Festival Pesona Danau Tektonik Poso atau Festival Danau Poso (FDP) yang ke-19 yang dibuka pada hari Rabu (2/11/16) nanti, Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si mengharapkan citra Poso sebagai Kota Cerdas dapat lebih meningkat. Rencananya kegiatan festival kali ini akan dihadiri beberapa menteri Kabinet Jokowi. Hal tersebut diungkapkan Wabup Poso  saat Apel bersama di Lingkup Pemda Poso Senin, (31/10/16).Karenanya, wabup meminta kepada pns dan seluruh masyarakat untuk menyambut hajatan bertaraf nasional ini dengan membersihkan lingkungan masing-masing serta memasang umbul-umbul dalam rangka menyemarakkan FDP tahun ini.

Dalam apel tersebut wabup juga mengingatkan para PNS tidak melupakan tugas rutin seperti persiapan penyusunan RKA Tahun 2017 (Rencana Kegiatan Anggaran) dengan memasukan visi misi yang sesuai RPJMD dengan program-program unggulan dan prioritas strtegik. di bidang pariwisata, ekonomi kreatif, perhubungan dan lain-lain.Wabup optimis penyusunan RKA2017 dapat disusun secepatnya sesuai dengan jadwal waktu yang ditentulkan karena Pemda Poso memiliki para sarjana di bagian program penyusan anggaran dan kegiatan di masing-masing SKPD." Penyusuna RKA 2017 saya yakin dapat tepat waktu meskipun kita disibukkan kegiatan fdp selama sepekan, karena kita memiliki para sarjana yang mampu menyusun program dan kegiatan di lingkup skpd masing-masing". Kata Wabup. Lanjutnya, penyusunan RKA 2017 nantinya harus berpedoman pada aturan hukum yang berlaku dan tidak bias dari apa yang telah ditetapkaan dalam RPJMD.


Sementara, menurut Kepala Bagian Humas Pemkab Poso, Leonard Nelloh, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi dipastikan menghadiri acara Festival Danau Poso (FDP) XIX yang akan dilaksanakan di Kota Tentena, Tepian Danau Poso, Sulawesi Tengah, pada 2-5 November 2016."Menpora dipastikan akan hadir di acara FDP untuk melepas peserta lari marathon yang akan dilaksanakan pada 4 Oktober, dan juga membuka secara simbolis semua kegiatan yang menyangkut olahraga di arena FDP, meski sebagian sudah selesai digelar," ujarnya.

Menurut Leo, kegiatan olahraga selama FDP merupakan olahraga tradisional masyarakat Poso seperti lomba lari menggunakan sepatu dari tempurung kelapa, dan lomba lari menggunakan pakende, alat pengangkut barang yang terbuat dari kayu dan dihela oleh sapi). 
FDP XIX dijadwalkan dibuka Gubernur Sulteng Longki Djanggola pada Rabu (2/11) pukul 15.00 Wita di arena FDP Kota Tentena, yang didahului dengan parade peserta.
FDP kali ini akan menjadi yang terbesar sepanjang pelaksanaan FDP selama ini yang diharapkan akan memperkenalkan Poso yang indah, aman dan tenteram untuk dikunjungi para pelancong guna menikmati obyek-obyek wisata serta pengusaha untuk menanam modal.

Pesan Damai Warga Poso Dari Rumah Katu

Satu lagi kreasi anak muda Poso yang menggelar Festival Rumah Katu di Obyek Wisata Alternatif Rumah Katu Kelrauahan Madale Poso, pada Jumat (19/8/16) yang di hadiri bahkan dibuka langsung Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu sekaligus meresmikan Diving Club Poso. 

Berbagai kegiatan anak muda Poso digelar dalam Festival Rumah Katu Poso tersebut antara lain pagelaran musik, dance, standup comedy, rekreasi pantai, diving, snockling, pameran fotografi dan lain-lain.menarikanya semua pertunjukan yang disuguhkan adalah partisipasi dari seniman-seniman yang datang dari Palu dan daerah lain. 

Bupati Poso Darmin Agustinus dalam kesempatan tersebut mengapresiasi kreativitas anak-anak muda Poso. "Saya sangat merespon dan mengapresiasi kreativitas anak muda Poso yang mau berbuat positif untuk kemajuan daerah ini" Ungkap bupati dalam sambutannya.Bupati juga mengajak seluruh satakeholder daerah ini untuk berkreasi dan berinovasi di berbagai bidang sehingga Kabupaten Poso yang Cerdas cepat terwujud. "Seperti yang ditunjukkan para pemuda Poso di Festival Rumah Katu ini adalah hal positif yang mendorong peningkatan arus kunjungan wisata di Kabupaten Poso." Terangnya.

Ketua Panitia, Andi Lamoa dalam laporannya menjelaskan tujuan diselenggarakannya Festival Rumah Katu di Poso sebagai ajang untuk menunjukkan kepada dunia luar bahwa Poso layak untuk didatangi bagi semua orang.Kegiatan partisipasi di rumah katu ini berlansung 2 hari.

Aksi Sapta Pesona Di Obyek Wisata

Dalam upaya peningkatan arus kunjungan wisata Ke Sulawesi Tengah khususnya di Kabupaten Poso, Kepala  Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Provinsi Sulawesi Tengah Siti Norma Marjanu membuka kegiatan Sapta Pesona wisata di Lokasi Air Terjun Saloupa Poso Rabu, (3/8/16). Kegiatan tersebut berlangsung sehari dengan fokus pembersihan obyek wisata Air Terjun Saloupa.

Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setdakab Poso Yoksan Lakukua menjelaskan bahwa “ Aksi sapta pesona yang kita laksanakan pada saat ini merupakan kegiatan sadar wisata yang kita bangun bersama seluruh stakeholder untuk menata dan memelihara lingkungan obyek wisata yang ada di daerah ini”

Kegiatan  gerakan aksi sapta pesona yang melibatkan 300 personil dari aparat pariwisata dan pemerhati pariwisata dengan membersihkan, mengecat dan menata  lokasi wisata agar semakin bersih dan indah sehingga lebih diminati para pengunjung. Karena itu Bupati berpesan kepada seluruh peserta Aksi Sapta Pesona Wisata untuk kegiatan bersih-bersih tersebut dilanjutkan  pada obyek-obyek wisata lainnya di kabupaten poso sehingga semua obyek wisata Poso menjadi bersih, teduh dan indah.

Destinasi Pariwisata Poso yang cukup lengkap mulai dari obyek wisata bahari, gunung, wisata pantai, wisata budaya dan kuliner menjadi obyek wisata menarik yang dapat menyedot arus kunjungan wisata ke kabupaten Poso. “ Berbagai destinasi obyek wisata yang ada di Poso seperti bahari, pantai, pegunungan, wisata budaya  dan wisata kuliner kita harus kemas dengan baik agar semakin diminati para wisatawan” Terang Bupati dalam sambutan tertulisnya.

alt

 altalt

 

Bupati Poso Buka Festival Sambut GMT Di Desa Kalora

Pembukaan festival dalam menyambut Gerhana Matahari Total (GMT) yang di pusatkan didesa Kalora Kecamatan Poso Utara, di warnai festival budaya masyarakat Poso yang disebut Kawaninya yang berarti menyambut kegelapan.

Pembukaan festival kawaniya dalam menyambut fenomena alam GMT yang sengaja di pusatkan di Desa kalora karena desa ini merupakan salah satu titik kordinat gerahana akan terlihat lebih lama. Dalam pembukaan ini, ratusan wisatawan asing juga turut hadir menyaksikan.

Sementara Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu yang datang bersama rombongan tiba di arena festival setelah sekian lama dinantikan oleh warga lokal maupun dari luar. Ketika memberikan sambutan saat membuka acara festival, Bupati Poso menyatakan harapannya, agar kegiatan festival gerhana matahari ini dapat mengangkat kembali citra daerah kabupaten Poso.

Dikatakannya, kabupaten Poso sendiri merupakan daerah yang hingga kini masih dalam suasana aman untuk dikunjungi siapa saja termasuk para wisatawan. Poso juga dikenal dengan kota yang banyak menyimpan potensi wisata alam, budaya serta wisata kulinernya.

"Kota Poso sampai saat ini tidak seburuk yang dipikirkan, siapa saja boleh datang ke kota kami ini. Poso punya beragam wisata yang bisa dinikmati bersama," ungkap Darmin, dihadapan warga dan wisatawan yang hadir dalam acara pembukaan festival kawaninya, Selasa (08/03/16).

Pembukaan acara festival kawanina dalam menyambut GMT ini di awali dengan pemukulan Padengko yang merupakan suatu tradisi warga

membunyikan tabuh atau gendang saat gerhana matahari datang.

Acara pembukaan juga semakin meriah, setelah seratusan remaja menampilkan tarian "Wengi Rieo" yang dimana tarian tersebut merupakan tarian yang berarti gelap di waktu siang.

Penampilan Drum Band pelajar poso hingga pembagian kacamata khusus gerhana juga turut meramaikan acara pembukaan.

Dalam pembukaan festival kawaninya menyambut GMT ada sejumlah kegiatan menarik yang gelar Pemkab Poso bekerjasama sama dengan Mosintuwu Institute dan ITB seperti pasar desa, kuliner desa, pentas seni, pameran astronomi, pesta bintang serta pameran fotografi dan workhsop fotografi lubang jarum bagi warga dan wisatawan yang datang.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumya, kabupaten Poso merupakan salah satu daerah yang akan dilintasi GMT pada sembilan Maret atau hari ini.. Saat ini titik koordinatnya berada di desa Kalora, Poso Pesisir Utara. Dilokasi ini gerhana matahari total akan terlihat selama 2 menit 52 detik.

Poso Telah Bersiap Diri Sambut Gerhana Matahari Total

Sebagai salah satu titik wilayah yang dilantasi Gerhana Matahari Total (GMT), Pemerintah Kabupaten Poso sudah mempersiapkan diri untuk menyambut peristiwa fenomena alam ini. Salah satunya dengan memusatkan pusat observasi pemantuan di Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir Utara serta persiapan penyambutan lainnya.


Desa Kalora Poso Pesisir Utara dipilih setelah melalui proses penilitian dari beberpa peniliti dari Institut Tekhnologi Bandung. Desa ini menjadi titik koordinat dimana gerhana matahari total akan terlihat selama hampir 3 Menit. Sebagai fenomena alam yang terjadi setelah 350 tahun lalu ini sangat dinantikan oleh warga lokal maupun dari luar.

 Pihak pemerintah melalui Dinas Pariswisata Poso pun telah melakukan sosialisasi kepada seluruh warga masyarakat yang tinggal di sekitar titik pusat lokasi tentang peristiwa ini. Warga di Poso pun sangat antusias menantikan fenomena alam yang akan terjadi pada 9 maret nanti.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Poso, Putera Botilangi dirinya sudah menyurati semua pihak pengelola hotel dan penginapan untuk bersiap menyambut tamu dari luar Poso yang datang.

“Para wisatawan asing kini sudah berdatangan. Mereka rata-rata sudah berada di Kepulauan Togean. Nanti sehari sebelum gerhana terjadi mereka akan ke Poso” jelas Putera saat meninjau (25/02/16) pusat lokasi pemantuan gerhana matahari total di desa Kalora. Dirinya juga mengaku ada 100 rumah warga di desa Kalora yang layak dan disediakan untuk dijadikan homestay bagi para tamu yang datang.

 Sementara itu pihak penyelengara akan membagikan ribuan kacamata khusus untuk melihat secara langsung proses terjadi GMT.Untuk menyambut gerhana matahari total, di Desa kalora diadakan acara Festival Adat Kawaniy yang berarti menyambut kegelapan. 

Selain Poso beberapa wilayah di Sulawesi Tengah juga akan dilintasi gerhana, namun poso sendiri sebagai wilayah yang yang mempunyai durasi yang terlama bersama luwuk, yaitu 2 menit 40 detik.

Pemda Poso Siap Sambut Wisatawan Saat Gerhana Matahari Total

Sebagai salah satu kota yang akan dilewati gerhana matahari total (GMT). Pemerintah Daerah Kabupaten  Poso melalui Kepala Dinas Pariwisata, Putra Botilangi menjelaskan jika fenomena alam ini akan menjadi pemandangan yang sangat langka dan diharapkan mampu menyedot kunjungan wisatawan di Poso baik lokal atau mancanegara.

Berdasarkan hasil penelitian BMKG ,Tolal Solar Eclipse atau GMT yang diperkirakan akan terjadi pada 9 maret 2016 dan melewati Poso selama 2 menit 40 detik.

“Kami akan segera mempersiapkan diri atas wisatawan yang akan datang menyaksikan gerhana matahari total. Pihak Pemerintah Sulawesi Tengah melalui Dinas Pariwisata Provinsi pada Selasa (3/11) telah melakukan rapat koordinasi dengan Pemda Kabupaten yang akan dilalui, salah satunya Poso” jelas Kepala Dinas Pariwisata, Putra Botilangi.

Khusus untuk Kabupaten Poso, dengan sisa waktu 4 bulanan lebih, pihak Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata Poso telah menyiapkan seluruh persiapan menyambut GMT dengan melokasikan dan menyiapkan hotel serta titik pemantauan untuk mengamati langsung GMT di wilayah Bada Kecamatan Lore Selatan dan sekitaran Danau Poso ,Tentena Kecamatan Pamona Puselemba.

Wilayah Tentena dipilih karena memiliki danau poso serta pesona wisata alam lainnya. Pun wilayah Bada dan Lore memiliki hamparan padang rumput yang sangat luas yang terletak di dataran ketinggian diantara lembah pegunungan nan asri. Selain itu di wilayah Lore juga tempat tersebar ratusan patung batu peninggalan zaman megalitikum serta keunikan sumberdaya alam hayatinya. Kedua wilayah di poso ini diharapkan bisa menjadi nilai tambah wisatawan yang ingin menyaksikan fenomena alam gerhana matahari total.

Tolal Solar Eclipse atau GMT diperkirakan akan bisa diamati di Indonesia pada 9 maret 2016 mendatang, yang hanya akan melewati wilayah Palembang (dengan lama 1 menit 52 detik), Belitung (2 menit 10 detik), Balikpapan (1 menit 9 detik), Luwuk (2 menit 50 detik), Sampit (2 menit 8 detik), Palu (2 menit 4 detik), Ternate (2 menit 39 detik), Bangka (2 menit 8 detik), Palngkaraya (2 menit 29 detik), Poso (2 menit 40 detik), serta Halmahera (1 menit 36 detik).

alt

Finalis putri Pariwisata Sulawesi Tengah

Para finalis putri Pariwisata Sulawesi Tengah berpose dengan memakai khas batik Poso di ajang Festival Danau Poso ke-18 di Tepian Danau Tentena Kabupaten Poso Jumat, 9/10. Mc Poso/Rusman

alt

Finalis Ongga Bale Poso 2015

Para finalis memperagakan baju adat Poso dalam ajang pemilihan Ongga dan Bale Poso (putra-putri Poso) di Gedung Wanita Poso Sabtu, 3/10 dalam rangka menyogsong  Festival Danau Poso di Kota Wisata Tentena Poso Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Kabupaten Poso. Mc Poso/Rusman/Anca'

alt