Sab08192017

Last update04:53:29 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Home BARUGA PERTANIAN PETERNAKAN PERKEBUNAN KETAHANAN PANGAN

BARUGA

Utsawa Dharma Gita 2017 di Desa Meko

  • PDF

Bupati Poso diwakili oleh Asisten  Pemerintahan dan Kesra, M. Ari Pamungkas, SH, MH, membuka secara resmi Utsawa Dharma Gita 2017 di Desa Meko Kecamatan Pamona Barat Kabupaten Poso pada Jumat  (14/7/17).

altalt

Sekilas tentang Utsawa Dharma gita adalah salah satu kegiatan dalam Agama Hindu yakni Lomba Seni baca Kitab Suci Weda. Kitab Suci yang merupakan tuntunan dalam menggapai suksesnya kehidupan. Teks yang bersumber dari Kitab Suci Weda mengandung nilai spiritual, etika dan estetika yang sangat tinggi berguna memberi tuntunan dalam memahami Agama Hindu mulai dari aspek ketakwaan, susila, maupun acara ( upakara).


Sedangkan Dharma Gita sebagai nyanyian suci keagamaan Hindu memiliki peranan sangat penting bagi pembinaan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran Agama Hindu. Penyajian yang dijalin dalam bentuk nyanyian suci keagamaan dengan irama lagu yang melankolis sangat Membantu menciptakan suasana hening, hikmat dan suci.


Utsawa Dharma Gita adalah merupakan wahana untuk menjaring Duta yang akan dilombakan ke tingkat Propinsi. Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang pembuktian kemampuan olah seni suara dan retorika dari para utusan seluruh Rayon yang ada di Kabupaten Poso. tema yang diangkat kali ini adalah "Melalui Kegiatan Utsawa Dharma Gita (Udg) Tahun 2017 Kita Wujudkan Kabupaten Poso Yang Damai, Adil, Sejahtera, Yang Di Dukung Sumber Daya Manusia Yang Andal Dan Bermartabat Berlandaskan Kitab Suci Weda".


Kegiatan ini berlangsung 3 (tiga) hari dan diikuti oleh 4 Rayon, Poso Pesisir Utara, Poso Pesisir Selatan, Pamona Bersaudara, dan Lore Bersaudara. Total  jumlah peserta kegiatan 450 orang, ditambah official, pendamping, dan penggembira.


Mewakili Bupati Poso Asisten Pemerintahan dan Kesra (ASS I)  M. Ari Pamungkas, SH, MH membacakan sambutan Bupati Poso. Dalam sambutannya Bupati Poso sangat merespon dan mendukung kegiatan keagamaan dalam upaya pembinaan umat dan peningkatan sumber daya manusia.
Bupati mendorong masyarakat Hindu Poso untuk lebih kreatif dan antusias dlm memberikan yg terbaik bagi daerah Kabupaten Poso. Sebab kebhinekaan, pluralisme, keragaman suku, budaya, agama adalah potensi besar bagi bangsa dalam sumbangsihnya terhadap pembangunan dan kemajuan daerahnya.


Turut hadir pada acara tersebut Anggota Dewan Kab. Poso Bpk. Dewa Nyoman Aribowo ibu Shinta Kalahe, ketua PHDI Kab. Poso, Unsur Tripika Kecamatan, Kades sepamona Barat, para Pinandita se Pamona Barat, tokoh Masyarakat, dan Tokoh Adat, Para Kontingen dan warga desa setempat.

Rapat koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah

  • PDF

Bertempat di Aula Bapedalitbangda Kabupaten Poso, Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si menghadiri sekaligus membuka secara resmi Rapat koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Jumat (14/7/2017). Wabub Samsuri didampingi oleh Kepala Bapelitbangda Kabupaten Poso Suratno, SP.M.Si dan Kabid Ekonomi dan SDA Bapelitbangda Kabupaten Poso Simon Tiolemba, SP, M.Si dan dihadiri oleh Kepala-Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).Rapat koordinasi ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan Program Percepatan Penanggulangan Kemiskinan yang dilaksanakan, serta perihal Pemanfaatan Basis Data Terpadu untuk Program Penanggulangan Kemiskinan.

Menurut Kepala Bapalitbangda Kab.Poso, penanganan masalah kemiskinan di Kabupaten Poso harus dilakukan secara integrasi dengan kegiatan-kegiatan lintas sektoral. Selain itu, yang paling utama harus didukung dengan basis data yang lengkap.Keberhasilan penanggulangan kemiskinan sangat tergantung dari kemampuan mengidentifikasikan sasaran penerima manfaat Program Penanggulangan Kemiskinan. Untuk itu, peran Data dan Indikator menjadi faktor yang sangat penting. “Tentunya harus terintegrasi dengan kegiatan di masing-masing OPD, BUMD/BUMN, dinas vertikal, organisasi kemasyarakatan dan juga sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Poso,” katanya.

Wakil Bupati Poso dalam sambutannya berharap dengan kegiatan yang dilaksanakan ini dapat berjalan dengan baik dalam merumuskan solusi penanganan kemiskinan di Kabupaten Poso dengan solusi yang terbaik.

Kebijakan pemerintah dalam upaya menurunkan tingkat kemiskinan dilakukan melalui 3 (tiga) klaster program penanggulangan kemiskinan, antara lain :

KLASTER I : Kelompok Program Penanggulangan Kemiskinan Bantuan Sosial Terpadau Berbasis Keluarga. KLASTER II : Kelompok Program Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat. KLASTER III : Kelompok Program Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Usaha Ekonomi Mikro dan Kecil.//ca’/pul

altalt

SEMINAR PENDAHULUAN STUDY KELAYAKAN JALAN DAN JEMBATAN KABOSE POSO

  • PDF

Salah satu Ikon Kota Poso masa depan adalah terbangunnya sarana jalan dan jembatan yang menghubungkan langsung antara Kelurahan Kayamanya dan Kelurahan Bonesompe yang melalui laut dan sungai Poso. Bisa dibayangkan betapa indah view disisi kiri dan kanan sepanjang jalan dan jembatan Kabose yang membelah sungai dan laut poso. Keseriusan Pemerintah daerah Kabupaten Poso terhadap Ikon “Jembatan Kabose Poso” dibuktikan dengan dimulainya seminar pendahuluan study kelayakan jalan dan jembatan kabose pada Kamis pagi 13/07/2017 di Gedung Kantor PUPR Poso yang dibuka resmi Wakil Bupati Poso Ir.Samsuri,Msi
Kegiatan seminar laporan pendahuluan Studi Kelayakan atau Feasibility Study ( FS ) yaitu FS Jalan, FS jembatan dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Jalan dan Jembatan Kabose Tahun 2017 berlangsung secara panel oleh Konsultan masing-masing FS Jalan, FS Jembatan dan Konsultan KLHS.
Dijelaskan Wabup Ir.Samsuri,Msi, bahwa Lalulintas poso yang strategis yang berada di jalur tengah Sulawesi menjadi keunggulan tersendiri Kabupaten Poso yang bisa dilalui dari segala penjuru yang menghubungkan kota dan kabupaten di Sulawesi. Karena itu Ikon jalan jembatan kabose kedepan diharapkan dapat menjadi magnet yang memungkinkan para pendatang yang masuk ke Poso bisa betah berlama-lama di Poso yang tentunya dapat menguntungkan dari segi peningkatan ekonomi masyarakat Poso serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kadis PUPR Poso DR. H. Faidul Keteng mengharapkan proyek jalan dan jembatan kabose ini bisa secepatnya dilaksanakan untuk memenuhi keinginan dan kerinduan masyarakat Poso memiliki jembatan kebanggaan khususnya masyarakat Kayamanya dan Bonesompe yang bertetangga namun terpisah oleh laut dan sungai Poso.//ca’/pul

altalt

Forum Komunikasi Dan Koordinasi Pencegahan Faham Radikal Provinsi Sulawesi Tengah

  • PDF

Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan forum komunikasi dan koordinasi pencegahan faham radikal provinsi sulawesi tengah di kabupaten poso yang diprakarsai oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Poso bertempat di Aula Bapedalitbangda Kabupaten Poso, 12/07/17. Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1307 Poso Letkol. Inf. Dody Triohadi, S.Sos, Wakapolres Poso Kompol. Gede Suara, SH, Kepala Bidang Kewaspadaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Tengah Drs. Irwan Nursin, MM, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Poso Drs. Mahmudin Djamal, MM, Para Kepala OPD Kabupaten Poso yang terkait, Camat se-Kabupaten Poso, Koramil se-Kabupaten Poso, Kapolsek se-Kabupaten Poso, Kepala Desa/Lurah se-Kabupaten Poso, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda dan undangan lainnya.

Dalam sambutan Gubernur Sulawesi Tengah dibacakan langsung Wakil Bupati Poso menyampaikan bahwa, daerah sulawesi tengah sempat dicitrakan sebagai daerah konflik, kemudian daerah bekas konflik dan sampai saat ini masih dicitrakan sebagai daerah rawan konflik, pencitraan itu dikaitkan dengan konflik yang pernah terjadi di poso yang berkembang menjadi konflik sara dengan korban jiwa dan kerugian harta benda yang terbilang cukup besar (tragedi kemanusuaan) karena sifat dan akibat yang ditimbulkan tersebut. Ir. Samsuri, M.Si juga katakan konflik poso pada saat itu menjadi perhatian yang berskala nasional bahkan internasional dan bias pengaruh konflik poso tidak hanya terbatas pada lingkungan sekitarnya tetapi juga berdampak pada daerah-daerah provinsi tetangga, ini semua sangat tidak mengharapkan kejadian itu terulang kembali, menghadapi potensi konflik sosial yang cukup besar dan kelompok radikal yang masih eksis di daerah ini maka pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota selama ini mencanangkan dan melakukan upaya-upaya penyelesaian secara menyeluruh, komprehensif dan terprogram serta terpadu secara bertahap dan berkelanjutan baik dalam rangka memperkokoh integritas sosial maupun pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan. Diakhir sambutannya Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si mengharapkan dengan adanya forum ini dapat bersinergis dalam melakukan tugas bersama-sama pemerintah daerah dalam upaya diradikalisasi terpadu secara berkelanjutan dengan kegiatan pencegahan kelompom radikal dapat dikembalikan kepada kesadaran normatif sehingga dapat berlaku toleran, moderat dan tidak bersifat ekslusif. Sementara itu ketua panitia Mansur, SH dalam laporannya mengatakan adapun maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut adalah meningkatkan wawasan aparat pemerintah masyarakat saling tukar menukar informasi pengalaman tugas dilapangan tentang bahaya laten faham radikal, sebagai upaya untuk menggunakan presepsi dan langkah tindak pemerintah dan masyarakat dalam mengantisipasi penyebaran dan pengembangan faham radikal di sulawesi tengah sehingga terwujudnya visi, misi dan presepsi terhadap antisipasi perkembangan faham radikal di sulawesi tengah.

Ditempat yang sama Dandim 1307 Poso Letkol. Inf. Dody Triohadi, S.Sos menghimbau kepada para peserta agar benar-benar serius mengikuti kegiatan ini dengan baik agar kelompok faham radikal yang masuk di daerah ini dapat kita cegah bersama. Dody Triohadi juga katakan bahwa, untuk membangun sikap mental dan perilaku masyarakat beserta aparatur pemerintahan daerah untuk mewaspadai gejala terjadinya kerawanan dan konflik sosial yang perlu ditindaklanjuti dalam rangka melindungi masyarakat khususnya anak-anak kita yang masih duduk di bangku sekolah, menjaga trantibmas serta mencegah secara dini terjadi gejala konflik maupun krisis sosial serta menjaga keutuhan NKRI.alt

Generasi Muda GKST Menyatukan Tekad Untuk Mencintai Kebhinekaan

  • PDF

Bupati Poso, Darmin Agustinus Sigilipu membuka secara resmi Kegiatan Perayaan Hari Pekabaran Injil Pemuda Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Ke-68 Tahun 2017 Klasis Napu, yang didampingi oleh sebagian Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Poso, di Desa Kaduaa, Kecamatan Lore Utara pada Selasa (11/7/17).

altalt

Kegiatan yang diikuti oleh 14 Jemaat di Klasis Napu ini direncanakan akan berlangsung selama 10 hari (11 - 21 Juli) dengan lomba-lomba yang terdiri dari bidang kerohanian seperti lomba khotbah Alkitab dalam bahasa Pekurehua, bidang kesenian seperti karambangan rohani, dan bidang olahraga serta berbagai lomba lainnya. Acara pembukaan ini dihadiri juga oleh Anggota DPRD Kab. Poso Sahir Sampeali, Tokoh-tokoh masyarakat diantaranya Harry S. Kabi, Pengurus Pusat Persekutuan Pemuda GKST, para Gembala-Gembala Jemaat yang ada di Klasis Napu bersama seluruh Unsur Tripika Kecamatan baik Lore Utara maupun Lore Peore.

Dalam sambutannya, Bupati Poso mengajak kepada seluruh Generasi Muda GKST agar dapat menyatukan tekad dan berkomitmen tinggi untuk menjadi Pemuda yang mencintai kebhinekaan dan pluralisme yang Tuhan telah karuniakan bagi bangsa ini terutama di Tana Poso. Beliau juga menyampaikan harapannya kepada Pemuda GKST sebagai salah satu pilar dan pelopor bangsa bahwa mereka harus mampu menjawab tantangan masa kini dan masa depan dengan karya-karya yang terbaik, iman yang kokoh, dengan tidak mengesampingkan toleransi antar umat beragama, serta menjadikan perbedaan-perbedaan yang ada sebagai kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam upaya memajukan bangsa dan daerah.

Pada kesempatan ini pula diberikan bantuan kemanusiaan korban bencana gempa bumi Napu yang diserahkan oleh Bupati Poso kepada 5 Gereja yang menjadi korban gempa yakni Gereja Eklesia Wuasa, Gereja Eben Heizer Mangkapa, Gereja Maranatha Sedoa, Gereja Kalvari Watumaeta dan Gereja Baitani Alitupu berupa 149 sak semen sejumlah Rp 11.195.000,- .Setelah membuka kegiatan HPIP, Bupati Poso berkesempatan untuk meninjau secara langsung bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Poso melalui Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kab. Poso kepada sekolah-sekolah yang terganggu proses belajar mengajar akibat ruang kelas yang rubuh karena bencana gempa di desa Sedoa, Alitupu dan Watumaeta berupa Tenda Kelas Sekolah sebanyak 20 unit dengan ukuran 6 m x 14 m. Dalam perjalanan kembali ke Poso, Bupati Poso juga sejenak mengunjungi Pos-Pos Penjagaan yang ada di sepanjang jalan Napu - Poso guna mengetahui dan melihat secara langsung situasi dan kondisi dari Aparat Keamanan yang tengah bertugas.

Halal Bi Halal 1438 Hijriah Pemerintah Daerah Kabupaten Poso

  • PDF

Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri,M.Si menghadiri acara Halal Bi Halal 1438 Hijriah Pemerintah Daerah Kabupaten Poso bekerja sama dengan PHBI dan Kementerian Agama Kabupaten Poso bertempat di Gedung Torulemba Rumah Jabatan Bupati Poso, selasa, 11/07/17. Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Poso, Rektor Unsimar Poso Kisman Lantang, SE, M.Si, segenap Anggota DPRD Kabupaten Poso, Danyon 714 Poso, para Kepala OPD Kabupaten Poso,Ketua MUI Kabupaten Poso Arifin Tuamaka, Ketua PHBI Kabupaten Poso Atmajaya Marjun, S.Sos, MM, Ketua KPU Kabupaten Poso, BUMN/BUMD, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan, dan seluruh PNS dilingkungan Pemda Kabupaten Poso dan Kementerian Agama Kabupaten Poso serta undangan lainnya.

Dalam sambutan Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si menyampaikan berhalal bi halal artinya bermaaf-maafan kepada sesama umat manusia agar dosa dan kesalahan kita diampuni oleh Allah SWT, karena dosa kepada sesama manusia hanya dapat terhapus melalui permintaan maaf dengan sesama yang bersangkutan (Habluminannas/hubungan sesama manusia) dan menjadi sarana yang tepat untuk melangsungkan silaturahim saling memaafkan antara yang satu dengan lainnya. Ir. Samsuri, M.Si juga katakan bahwa melalui halal bi halal dapat memberikan ruang dan kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk bertemu bahkan dapat berkomunikasi dengan para pimpinannya, sehingga momen halal bi halal menciptakan kedekatan masyarakat dengan para pemimpinnya karena pemimpin bukanlah raja yang harus dilayani dengan sebaik-baiknya melainkan pemimpin adalah pelayan dan pengayom masyarakat menuju terciptanya kedamaian, keadilan dan kesejahteraan seluruh masyarakat kabupaten poso. Diakhir sambutannya Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M SI mengatakan kebersamaan dan toleransi yang terbangun kuat antara satu pemeluk agama dengan pemeluk agama lainnya sehingga momen keagamaan berlangsung dan berjalan dengan baik, damai dan penuh khusyu di daerah yang kita cintai ini.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Poso dalam sambutannya yang dibacakan langsung Drs. Hi. Wawa Suriyatna, M.Hi mengatakan halal bi halal bagi kita bangsa indonesia khususnya adalah merupakan tradisi yang diwariskan oleh para pendahulu kita yang digali dari bumi pertiwi, meskipun acara semacam ini termasuk hanya tradisi semata akan tetapi yang jelas manfaat dan maslahatnya lebih besar, maka hal itu agama tidak melarangnya, dan bertujuan agar tercipta ukhuwwah islamiyah, wathoniyah, ukhuwah basyariah dan ukhuwah wathoniyah, terjalin persaudaraan yang lebih akrab diantara sesama kita dan dilingkungan sekitar kita. Hi. Wawa Suriyatna juga katakan rasa sakit hati yang pernah timbul umpamanya, akan musnah kalau kita saling mengikhlaskan dan melupakan keikhlafan dimasa lalu dan akan lebih baik lagi apabila diiringi dengan acara saling berjabatan tangan. Sementara itu dalam hikmah halal bi halal yang disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Modern Ithihadul Umah Gontor 13 Ustad Cecep Sobarahmat mengatakan mengilas esensi halal bi halal intinya adalah minta maaf, memaafkan dan silaturahmi. //ca’/pul

alt