Kam10192017

Last update12:46:39 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Home BARUGA PERTANIAN PETERNAKAN PERKEBUNAN KETAHANAN PANGAN

BARUGA

Tawongan Adakan Balap Ketiting

  • PDF

Memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-72 Tahun 2017, Persatuan Balap KONELO Tawongan, Kabupaten Poso, menggelar lomba Balap Ketinting, pada Sabtu (26/8/17). Kegiatan lomba ini diikuti oleh beberapa diantaranya Tim, diantaranya Tawongan Team, Prima Sentosa, Kayu Nyole team.

altalt
Sebanyak 20 Peserta adu kecepatan perahu diperairan teluk Poso-Tawongan. Kurang lebih 1500 meter jarak yang ditempuh para pembalap Ketinting ini untuk sampai ke garis Finish. Selama 10 menit berada dilintasan air, Peserta lomba harus menakhlukkan rintangan, tikungan dan arus laut.


Kegiatan berlangsung pagi hari dibuka secara resmi oleh Bupati Poso yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra M. Ari Pamungkas, SH, MH.
Dalam acara tersebut Bupati Poso turut didampingi oleh Kepala Dinas Kumperindag Kabupaten Poso, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Poso, Sekretaris Kelurahan Tawongan, Kepala SMP Negeri 3 Poso, Serta undangan lainnya. 


Dilokasi lomba para peserta nampak bersemangat memacu ketinting yang dikemudinya. Sementara warga yang menyaksikan peserta yang memacu ketintingnya terlihat bersorak-sorai memberi semangat. Masing-masing berusaha menyalip peserta lainnya.

Azis (60), warga asal Dusun Kalamalea, Kelurahan Madale mengaku senang menyaksikan lomba balap Ketinting ini. "Lomba balap Ketinting ini jarang diadakan, dalam kurun setahun belum tentu ada, jadi rugi kalo kita te datang manonton" kata Azis yang datang bersama istri dan kedua anaknya.
Bupati Poso dalam sambutan tertulisnya menyatakan apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Panitia Pelaksana bahkan seluruh peserta yang turut meramaikan perlombaan, karena merupakan sebagai salah satu wujud kecintaan masyarakat khususnya para nelayan terhadap daerah kabupaten Poso yang memiliki potensi laut dan bahari yang luar biasa, dan harus dijaga bersama karena menjadi ajang tontonan dan hiburan yang menarik bagi seluruh masyarakat Poso yang menyaksikan ketangguhan dan kelincahan para Nelayan dan Para Peserta Lomba dalam menahkodai perahu yang digandeng dengan mesin Katinting.


Diakhir sambutannya Bupati Poso mengharapkan dengan adanya kegiatan Lomba balap Ketinting ini, Seluruh warga masyarakat Poso dapat lebih mencintai, dan menghargai profesi para nelayan serta menjaga Lautan dari segala bentuk pencemaran yang bisa merusak biota dan mahluk hidup yang mencadi mata pencaharian para nelayan.

Sementara Darman Mustapa selaku Ketua Panitia Pelaksana dalam sambutannya mengajak semua elemen bahwa melalui ajang Lomba balap ketinting dalam rangka memeriahkan HUT proklamasi kemerdekaan RI ke 72 Tahun ini untuk kita terus berbenah di segala bidang, mewujudkan nasionalisme, Patriotisme, membangun semangat kegotong royongan, kultur budaya yang kuat untuk mencapai sebuah kedaulatan dan menjunjung tinggi Pancasila.


Darman juga berharap kiranya kegiatan Lomba ini dapat terus dikembangkan sebagai olahraga rekreasi masyarakat Poso yang juga merupakan potensi wisata untuk Kabupaten Poso ke Depan, Karena Kabupaten Poso juga kaya akan Keindahan Alam dan budaya mampu menarik banyak wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengunjungi tempat wisata seperti halnya lomba ketinting ini, jika perlu harus menjadi kegiatan tahunan," katanya.
Perahu Ketinting dalam bahasa masyarakat Poso disebut "Duanga". Duanga adalah jenis perahu kayu yang panjangnya 1 ½ samapai 5 meter. Dilengkapi dengan mesin sebagai roda penggeraknya.
Ketinting sala satu lomba perahu tradisional yang cukup ekstrem . Pengemudi harus berani duduk di ujung perahu membelakangi baling-baling besi bermesin 5 1/2 PK . Diperlukan keterampilan, keberanian dan keahlian khusus, menjinakkan laju kecepatan perahu. semua peserta diwajibkan harus pandai berenang dan mengenakan Pelampung.
Kegiatan lomba hanya mengikutsertakan 1 kelas yaitu kelas Standar. Dipilihnya teluk Poso sebagai Wahana lomba, karena sangat strategis, tidak memiliki ombak besar yang dapat mengakibatkan perahu ketinting terbalik, , serta sesuai standar nasional.

Salah satu peserta lomba, Ajam (37) mengatakan, selain memperkenalkan kelotok atau perahu ketinting pada anaknya, sangat senang dapat ikut berpartisipasi memeriahkan HUT RI yang ke 72.


Dalam kompetisi ini berturut-turut dimenangkan oleh Tawongan 26 sebagai Juara 1, Tawongan 03 Juara 2, Prima Sentosa 29 Juara 3, Tawongan 01 pada posisi ke 4. Peserta yang juaraadalah rata-rata mendapatkan hadiah menarik, dan Piala dari Panitia Pelaksana. Kegiatan lomba ini berlangsung dengan aman, tertib, dan cukup meriah.

 

 

Jaga Masjid Sebagai Pusat Syiar Damai

  • PDF

Bupati Poso membuka secara resmi dialog interaktif dengan para narasumber bersama tokoh agama dan para takmir masjid dengan tema “Jaga Masjid kita sebagai Pusat Syiar Damai” pada Kamis (24/8/17) di Gedung Torulemba Rujab Bupati Poso.

altalt


Bupati Poso dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si adalah bahwa kegiatan ini adalah hal yang sangat tepat karena masih dalam suasana Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72, kembali memaknai substansi peristiwa bersejarah sebagai semangat dan tekad bulat untuk tetap menjaga keutuhan, kedaulatan, kesatuan Negara Republik Indonesia.


Bupati Poso juga berharap kiranya melalui momentum kegiatan pelibatan takmir masjid dalam pencegahan terorisme di poso, ini diharapkan mampu merevitalisasi dan memperkuat semangat kebangsaan dan nasionalisme bagi semua lapisan masyarakat dalam rangka pencegahan paham radikal dan isis demi keutuhan dan kesatuan NKRI.
Dalam akhir amanat tertulisnya Bupati mengingatkan bahwa tingkat kepedulian dan keterlibatan seluruh masyarakat merupakan kunci utama tentang bagaimana semua elemen bersama mencegah aksi dan ancaman terorisme yang telah menyebar dan menyusup diberbagai lini kehidupan, Sebaliknya sikap acuh dan tidak peduli masyarakat merupakan wilayah rentan yang berpotensi menyuburkan jaringan dan paham terorisme untuk berkembang biak secara leluasa di tengah masyarakat. Para tokoh dan seluruh masyarakat adalah tulang punggung deteksi dini yang cukup penting dan efektif dalam mencegah terorisme. Kerjasama sama antar instansi pemerintah dan masyarakat secara sinergis dan berkelanjutan akan menciptakan kultur yang baik demi terciptanya tatanan masyarakat yang siaga terorisme, tambahnya Samsuri.


Direktur Pencegahan BNPT, Hamli, mengingatkan bahaya yang ditimbulkan oleh kekejaman kelompok pelaku terorisme yang menamakan dirinya Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Masyarakat Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, diingatkan jangan sampai wilayahnya menjadi seperti Irak dan Suriah.
Hal ini disampaikan oleh Hamli saat menjadi narasumber pada kegiatan dialog bertema “Jadikan Masjid Kita sebagai Pusat Syiar Damai” yang menghadirkan 100 orang takmir dari 6 kecamatan di Kabupaten Poso. Dalam paparannya, Hamli mengungkapkan jalur yang kemungkinan digunakan kelompok ISIS dan simpatisannya di Asia Tenggara untuk menuju ke Filipina Selatan.

“(Kemungkinan jalur itu) ada di Tarakan, Sangir dan Morotai. Semuanya dekat dengan Poso. Bapak Ibu harus waspada, jangan sampai Poso menjadi lokasi persembunyian dan transit mereka,” pesan Hamli.


Menjadi lokasi persembunyian dan transit anggota ISIS serta simpatisannya, lanjut Hamli, sama artinya menyerahkan Poso untuk dihancurkan. “Kita semua memiliki kehidupan, memiliki masa depan. Tentu tidak ingin di Poso ini setiap hari ada tembak-tembakan, ada bom, atau ada serangan pasukan militer,” lanjutnya.
Untuk menghindari kemungkinan rusaknya Poso karena menjadi lokasi persebunyian ISIS dan simpatisannya, Hamli mengajak masyarakat, khususnya takmir masjid, untuk sedini mungkin mengenali tanda-tanda gerakan radikal terorisme. Upaya pencegahan diakuinya menjadi pilihan terbaik dibandingkan penindakan.
Sementara mantan narapidana terorisme, Kurnia Widodo, di kesempatan yang sama mengungkapkan pengalamannya mengenal paham radikal terorisme yang terjadi di sebuah masjid di Bandar Lampung.
“Di sana memang takmirnya satu aliran, kita kuasai masjid itu. Jadi mudah saja mendoktrin dan membaiat orang-orang yang datang,” ungkap Kurnia.
Kurnia mengungkapkan pengalamannya tersebut sebagai pengingat, ketika masjid dikuasai oleh kelompok pengusung paham radikal terorisme, kemungkinan akan disalahgunakan menjadi lokasi penyabarluasan paham yang diyakini kelompok tersebut.

Mari jaga masjid Bapak dan Ibu sekalian, jangan sampai dikuasai kelompok-kelompok pro radikal, kelompok pelaku terorisme,” tambahnya.
Dalam paparannya alumni Teknik Nuklir ITB tersebut juga mengungkapkan ciri-ciri kelompok yang biasa menduduki masjid untuk penyebarluasan paham radikal terorisme. Antara lain kedatangannya tidak untuk berjamaah, merasa keyakinannya paling benar dan mudah mengkafirkan dan bersikap tertutup. 
“Ketika ada jamaah di masjid, mereka tidak mau jamaah karena menganggap jamaah yang ada tidak sealiran. Kalau ada orang atau kelompok semacam itu, waspadai, jangan sampai menguasai masjid Bapak dan Ibu sekalian,” pungkas Kurnia.

Dialog ini mengangkat tema “Jaga Masjid Kita sebagai Pusat Syair Damai” di Poso terselenggara atas kerjasama BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Tengah.

Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR)

  • PDF

Kunjungan Lidya Kandou di kabupaten poso diterima langsung Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu di rumah jabatan dalam rangka Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) selama 3 hari dari tanggal 29 s/d 31 Agustus 2017 dengan jadwal agenda kegiatan KKR bertempat di tiga klasis yaitu klasis lore selatan, klasis pamona utara dan klasis poso kota.

alt

Sebelum berangkat menuju lore selatan, Lidya Kandou menyempatkan diri singgah di tempat wisata air terjun salopa kecamatan pamona puselemba didampingi langsung Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu, Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM Setdakab Poso Rudi Rompas, SH, MSi serta Kabag Humas dan Protokoler Setdakab Poso Drs. Armol Songko. 

Sosialisasi Tim Pengawal dan Pengamanan Pembangunan dan Pemerintahan Daerah (TP4D)

  • PDF

Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu diwakili oleh Asisten Administrasi Pemerintahan Dan Kesra Setdakab Poso, M. Ari Pamungkas, SH, MH membuka secara resmi Sosialisasi Tim Pengawal dan Pengamanan Pembangunan dan Pemerintahan Daerah (TP4D) dalam rangka mengawal dan mengamankan implementasi dana desa menuju kabupaten poso zero corruption, kegiatan ini diprakarsai oleh Kejaksaan Negeri Poso bekerja sama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Poso bertempat di aula Bapelitbangda Kabupaten Poso, pada Kamis (24/08/17).


Dalam sambutan Bupati Poso dibacakan langsung Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setdakab Poso M. Ari Pamungkas, SH, MH menyampaikan sesuai instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 2015 tentang aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi dan instruksi Prediden RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional, sehingga dibentuklah TP4D yang memiliki tugas dan fungsi untuk mengawal dan mengamankan serta mendukung keberhasilan pemerintahan dan pembangunan melalui upaya-upaya pencegahan preventif dan persuasif.

M. Ari Pamungkas, SH, MH juga katakan TP4D memberikan penerangan hukum di lingkungan instansi pemerintah, BUMN/BUMD yang berkaitan dengan materi tetang perencanaan, pelelangan, pelaksanaan pekerjaan, perizinan, pengadaan barang dan jasa, tertib administrasi dan tertib pengelolaan keuangan negara sehingga sosialisasi ini dikhususkan kepada para camat dan kepala desa beserta perangkatnya agar mampu memahami dengan benar tentang pengelolaan dana desa dan penyelenggaraan pemerintahan desa serta dapat memahami tugas dan fungsi TP4D sebagai tim pengawal dan pengaman pemerintah dan pembangunan di wilayah masing-masing.

Pembentukan tim ini sebagai jawaban atas kekhawatiran para pejabat pusat dan daerah akan dipidanakan, menyusul aturan Gubernur, Walikota dan Bupati dalam melaksanakan program atau proyek pemerintah. Akibat keengganan itu, penyerapan anggaran pemerintah di pusat dan rendah. Pembangunan, akhirnya tersendat.

Diakhir sambutannya M. Ari Pamungkas, SH, MH mengharapkan agar proses penyelenggaraan pemerintahan desa dan pelayanan kepada masyarakat dapat menjadi lebih optimal dan berhasil serta berdaya guna sehingga dana desa yang dikelola dapat memajukan desa dan mensejahterakan masyarakatnya. Acara dilanjutkan dengan sosialisasi TP4D yang dipimpin langsung oleh kepala kejaksaan negeri poso Sukarman, SH, MH.

Hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut kepala kejaksaan negeri poso Sukarman, SH, MH, kepala Inspektorat kabupaten poso Abram.Sigilipu, S.Sos, kepala cabang kejaksaan negeri poso di tentena Nyoman Purya, SH, para camat, Kades se kabupaten poso sekaligus sebagai peserta sosialisasi TP4D.

Forum Koordinasi Peningkatan Peran Masyarakat Terhadap Perkembangan Kebudayaan/Kesenian

  • PDF

Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu membuka secara resmi kegiatan Forum Koordinasi Peningkatan Peran Masyarakat Terhadap Perkembangan ebudayaan/Ksenian daerah Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Poso tahun 2017 yang diprakarsai oleh badan kesatuan bangsa dan politik daerah Provinsi Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Poso di aula Alugoro Poso, pada  Rabu (23/08/17).

altalt

 Acara diawali dengan laporan panitia Ansar. R. Yotomarwani, SH kepala bidang ketahanan ekonomi, seni budayaan kemasyarakatan dan agama provinsi sulawesi tengah menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan forum komunikasi peningkatan peran kebudayaan/kesenian di daerah kabupaten poso yaitu meningkatkan peran masyarakat terhadap perkembangan kebudayaan/kesenian
sebagai salah satu nilai kebangsaan guna terciptanya kelestarian kesenian di daerah sehingga dapat mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal di tengah tingginya arus globalisasi untuk mempertahan nilai kebudayaan/kesenian di masyarakat. Ansar. R. Yotomarwani, SH juga katakan bahwa peserta kali ini dari unsur masyarakat dan instansi pemerintah kabupaten poso.

Sementara dalam sambutan gubernur sulawesi tengah dibacakan langsung bupati poso Darmin Agustinus Sigilipu menyampaikan dengan maraknya arus globalisasi informasi yang masuk ke indonesia akan berdampak positif maupun berdampak negatif terutama dalam bidang kebudayaan karena semakin terkikisnya nilai-nilai budaya yang karena pengaruh budaya asing masuk kenegara kita, oleh karena itu untuk meningkatkan ketahanan budaya bangsa maka pembangunan nasional bertitik tolak dari upaya pengembangan kesenian yang mampu melahirkan nilai tambah kultural, disinilah awal dari kekayaan budaya dan modal sosial kultural masyarakat. Darmin Agustinus Sigilipu juga katakan bahwa sulawesi tengah kaya akan budaya yang diwariskan secara turun temurun, tradisi yang menyangkut aspek kehidupan dipelihara dalam kehidupan masyarakat sehari-hari kepercayaan lama adalah warisan budaya yang tetap dipelihara dan dilakukan dalam beberapa bentuk dengan berbagai pengaruh moderen serta pengaruh agama karena banyak kelompok etnis tersebut yang merupakan kekhasaan yang harmonis dalam masyarakat.

Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu juga mengharapkan kepada masyarakat agar dapat berperan dalam mempertahankan serta mengembangkan kebudayaan yang dimiliki baik untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang, yang berdaya saing dan bernilai jual karena dengan nilai budaya yang unggul dapat meningkatkan industri pariwisata dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah obyek-obyek wisata, disamping dapat dijual atau dipromosikan, kekayaan budaya juga diharapkan nilai-nilai budaya yang menjadi kearifan lokal disuatu daerah dapat menfilter budaya-budaya asing yang tidak sesuai dengan adat istiadat kita. Diakhir sambutannya Darmin Agustinus Sigilipu berpesan kepada saudara-saudara peserta agar dalam kegiatan forkom dapat dimanfaatkan dan dilaksanakan semaksimal mungkin sehingga bisa menggali atau menumbuhkembangkan kembali kearifan lokal dalam rangka penguatan karakter bangsa berdasarkan nilai-nilai pancasila. 

Hadir Dalam kegiatan tersebut asisten administrasi pemerintahan dan kesra setdakab poso M. Ari Pamungkas, SH, MH, kepala dinas pariwisata, ekonomi dan kreatif kabupaten poso Drs. Josep Magido, kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten poso Dr. Drs. Jhon Yus Madoli, M.Si, kepala bapelitbangda kabupaten poso Suratno, SP, M.Si, Dr. Cristian Tinjabate, M.Si.selaku pembawa materi, para peserta dan undangan lainnya.


Penetapan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Poso tentang Laporan Pertanggung Jawaban APBD 2016

  • PDF

Wakil Bupati Poso menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Poso dalam rangka penetapan rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Poso tentang Laporan Pertanggung Jawaban pelaksanaan APBD kabupaten Poso Tahun Anggaran 2016 di ruang rapat DPRD Kabupaten Poso, pada Senin (21/8/17).

altalt