Kam02222018

Last update12:37:21 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Home BARUGA BARUGA Sosial Budaya Penguatan Toleransi di Poso

Penguatan Toleransi di Poso

Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri Msi membuka secara resmi kegiatan Pertemuan Konsultasi Pemangku Kepentingan untuk Penguatan Toleransi di Poso. yang diselenggarakan oleh Yayasan Wahid Foundation Seeding Peaceful Islam, pada Rabu (31/1/18).

Menurut pelaksana Proyek Manager Wahid Foundation Anis Hamim, sejak tahun 2014 hingga 2017 lalu, layar media sosial kerap mempertontonkan pesan pesan yang menyulut permusuhan. dikatakannya dalam sambutan banyak sekali orang disekitar kita yang tidak setuju dengan ujaran kebencian didalam pesan itu.

"Sebagian dari kita ingin melakukan sesuatu tapi tidak tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Sebagian dari kita mnetralisir keadaan dengan melakukan Kontranarasi. Alih alih memperbaiki keadaan, karna kurang menguasai how to-nya, kita bisa terjebak pada sisi lain yang justru semakin memperkeruh suasana" kata Anis.

Dari fenomena itu, Wahid Foundation tergerak untuk menciptakan konten toleransi melalui pertemuan konsultasi para pemangku kepentingan khususnya di Poso.

Menurut Anis ada 3 (tiga) masalah yang harus menjadi perhatian di Poso yaitu : 1. Perdamaian yang sudah di Deklarasikan di Malino yang dilihat belum pulih sepenuhnya didalam masyarakat. Contoh pada masyarakat Madale Kec. Poso Kota Utara yang menginginkan perayaan Natal dalam hal ini penggunaan alat sound system dan hiasan Natal sampai di depan jalan dilakukan seperti tahun tahun sebelum kerusuhan agar bisa diterima dengan baik oleh masyarakat sekitar.
2. Sisa sisa Ideologi radikal yang ditularkan oleh individu/kelompok yang ingin menerapkan Ideologi Khilafah di Indonesia. Contoh kurang lebih 9juta orang telah menjadi simpatisan kelompok ini yang pada umumnya tidak melakukan aksi radikal namun mendukung segala kegiatan radikal dengan menjadi penyumbang dana atau mendukung aksi aksi demo menentang Pancasila.
3. Mereka yang sudah radikal dan sudah keluar dari tahanan kembali melakukan aksi yang sama (masih ada dendam). Contoh Pelaku Bom Thamrin begitu keluar dari tahanan (alumni napiter) melakukan lagi aksi pemboman, karena merasa diperlakukan tidak adil oleh aparat hukum.

Sementara Wakil Bupati Poso, dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan ini apalagi untuk kesejahteraan dan kedamaian tanah poso beliau juga menyampaikan telah menghadiri kegiatan serupa yang diselenggarakan di Tasiraya Madale Kec. Poso Kota Utara oleh LSM lokal celebes institut yang dipimpin oleh Adriany Badrah menggandeng AIDA (Aliansi Indonesia Damai) Pimpinan Hassibulah Satrawi dan Semiloka “Penguatan simpul-simpul Dialog Lintas Iman di Wilayah Kab. Poso yang dilaksanakan di Tentena Kec. Pamona Puselemba.


Semua kegiatan ini adalah baik untuk peningkatan SDM dan secara langsung dapat bertukar pikiran untuk kebaikan kedepan, berdialog tentang agama yang menumbuhkan rasa toleransi, memberikan bantuan dan pendampingan melalui dinas terkait bagi upaya peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat. hanya saja menurut Wakil Bupati Poso, dikab. Poso ini sudah sangat banyak kontraktornya beda dari daerah lain untuk itu diharapkan bagi para napiter dan kombatan maupun yang lainya untuk membuka usaha sesuai dengan keahlian masing masing sehingga bantuan pemerintah kepada mereka dapat merubah perekonomian dan bisa mensejahterakan keluarga mereka, jangan membuka usaha yang bukan keahlian mereka alias ikut ikutan yang pada akhirnya tidak bisa ditekuni dengan baik.


Diakhir sambutannya wakil bupati poso mengatakan terus mendukung kegiatan yang baik guna menyejahterakan masyarakat kabupaten poso karna merupakan salah sati visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Poso yakni meningkatkan rasa aman dalam bingkai sintuwu maroso .

Hadir pada saat itu Anggota DPRD Kab. Poso Syarifudin Odjobolo, Kepala OPD, FKUB, GP ANSOR, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Muhamadiyah, dan Aktivis dari beberapa LSM.