Sel10172017

Last update12:46:39 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Home BARUGA BARUGA Pendidikan Bantuan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu [Program Indonesia Pintar]

Bantuan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu [Program Indonesia Pintar]

Seperti kita ketahui bersama bahwa pemerintah terus berusaha mengurangi kesenjangan sosial melalui beragam program dan kebijakan di berbagai sektor, diantaranya kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial untuk keluarga Indonesia. 


Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan salah satu program prioritas Presiden Joko Widodo di bidang pendidikan. Saat ini target pendaftaran (aktivasi) dan pencairan dana manfaat PIP masih tergolong cukup rendah, padahal program ini bertujuan untuk dapat membantu anak-anak usia 6 s.d. 21 tahun yang berasal dari keluarga miskin dan rentan miskin agar tetap mendapatkan layanan pendidikan sebagai bekal masa depan. Prioritas sasaran PIP adalah anak-anak yang berasal dari keluarga pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Program Keluarga Harapan (PKH), anak yatim piatu, difabel, korban bencana, serta siswa SMK studi Pertanian, Kehutanan, Peternakan, Perikanan, dan Kelautan/Pelayaran/Maritim. 

Kemendikbud menargetkan batas akhir pendaftaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) sampai dengan 30 September 2016 dengan harapan semakin banyak masyarakat, khususnya pemegang KIP dapat segera mendaftarkan KIP mereka ke sekolah/PKBM/SKB/lembaga kursus dan pelatihan. 

KIP merupakan identitas bagi anak yang menjadi prioritas sasaran PIP agar mendapatkan manfaat berupa bantuan pendidikan berbentuk uang tunai yang disalurkan pemerintah melalui bank penyalur yang ditunjuk (BRI dan BNI). 

Mendikbud Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa Program Indonesia Pintar penting untuk mencegah generasi putus sekolah. “Melalui PIP ini kita ingin memutus kesenjangan akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia. Tidak ada lagi alasan anak Indonesia untuk tidak sekolah. Saya mengajak semua pihak untuk ikut mendorong agar KIP betul-betul sampai ke tangan siswa yang berhak."

Ada sekitar 20,3 juta anak usia sekolah (17,9 juta target sasaran di Kemendikbud dan 2,4 juta target sasaran di Kemenag) yang perlu mendapatkan bantuan agar tidak putus sekolah. PIP merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengembalikan anak-anak putus sekolah yang disebabkan permasalahan ekonomi agar dapat kembali belajar dan meningkatkan keterampilan mereka. Secara jangka panjang, hal ini merupakan perwujudan pembangunan ekonomi nasional yang lebih kuat dan baik dengan mengoptimalkan bonus demografi. 
 
Informasi, pertanyaan dan pengaduan seputar PIP dan KIP dapat dilakukan melalui 
- Hotline (021) 5703303, 57903020,- SMS 0857 7529 5050 dan 0811 976 929.

Kunjungi juga microsite http://indonesiapintar.kemdikbud.go.id sebagai salah satu kanal informasi PIP dari Kemendikbud.

ayo bersama-sama unggah/posting di media sosial/meneruskan di grup messenger-chat dan menyertakan tagar #AyoBelajar #DaftarkanKIPmu