Sab11182017

Last update02:34:06 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Home BARUGA BARUGA Pemerintahan Kunjungan Pemerintah Kabupaten Bekasi di Kabupaten Poso

Kunjungan Pemerintah Kabupaten Bekasi di Kabupaten Poso

alt

Kabupaten Poso mendapat kunjungan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Poso tadi siang dan disambut langsung oleh Wakil Bupati Poso, Ir. Samsuri, M.Si didampingi Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Poso bersama tokoh-tokoh lintas Agama serta unsur Kesbangpol Kabupaten Poso dan beberapa kepala OPD, (25-10-2017). Penyambutan dilaksanakan dengan adat Pamona.

Pemerintah Kabupaten Bekasi sangat mengapresiasi Pemkab Poso yang telah menyambut secara terbuka serta memberikan waktu juga kesempatan untuk menerima kunjungan Pemkab Bekasi dan ingin menggali hal positif yang bisa dibagikan terkait dengan penyelesaian konflik. Hal yang mendasari Pemkab Bekasi untuk datang berkunjung di Kabupaten Poso adalah ingin mengetahui Penyebab Terjadinya Konflik, Penanganan Selama Konflik, Penanganan Pasca Konflik, Koordinasi antar Istansi selama dan setelah Konflik, Pemberdayaan KOMINDA, FKUB, FPK dan FKDM serta hubungan/Koordinasi Bakesbangpol dengan KOMINDA, FKUB, FPK dan FKDM.
Melalui paparannya, Wakil Bupati Poso menceritakan singkat kronologis terjadinya konflik di Poso. Awalnya Kabupaten Poso sangat aman, misalnya ada kendaraan yang rusak dipinggir jalan, dibiarkan semalamanpun tidak mengapa. Tahun 1998 Pergantian Era, dari Orde Baru ke Reformasi terjadi perkelahian antar Pemuda karena miras, berakibat rusaknya beberapa rumah tinggal. Bulan april tahun 2000 konflik antar masa mengakibatkan rusaknya 1 desa (Lombugia), masuknya kelompok orang saat subuh ke kota untuk mencari oknum. Bulan Mei tahun 2000 terjadi konflik sampai dengan 7 desa di 3 kecamatan, sarana prasarana dan rumah tinggal rusak, terjadi pengungsian besar-besaran dalam daerah dan keluar daerah. Namun oleh Pemerintah Daerah, kondisi seperti ini harus cepat di antisipasi agar segera berakhir karena semua merasakan imbas yang tidak baik dan tidak ada yang diuntungkan, semuanya rugi.
Sambutan Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bekasi Drs. H. Akhmad Kosasih. Menceritakan pada awalnya mereka merasa ragu dan berdiskusi panjang mengenai keinginan untuk sharing informasi dengan Pemda Kab. Poso mengingat opini yang berkembang selama ini bahwa poso adalah suatu wilayah yang tidak aman. Mendengar kata Poso saja, membuat merinding dan bukan hanya di Indonesia. Poso sudah dikenal dunia karena masa kelamnya. Namun kami saat ini bisa membuktikan ke mata dunia, bahwa opini itu keliru.. Poso kini, adalah sebuah wilayah di Indonesia yang aman, daerah yang dikenal dengan Sintuwu Marosonya (Persatuan Yang Kuat), makanan yang disuguhkan juga enak-enak. Kami terkesan dengan nasi kuning disini, Karena beda jauh sama yang ada di tempat kami. Disini, nasi kuningnya enak sekali. Bekasi terdapat 5000 perusahaan dan terbesar di Asia Tenggara. Merupakan penyanggah Ibu Kota Negara karena berbatasan langsung dengan jakarta. Terhadap kondisi ini tentunya kami ingin lebih memgantisipasi segala hal yang dapat memicu terjadinya konflik, saat ini kami juga tengah melakukan pengawasan terhadap orang asing. Kabupaten Poso cepat sekali dalam hal pemulihannya, sehingga hal tersebut perlu untuk kami ketahui. Peserta yang mengikuti kunjungan kerja ke Kabupaten Poso berjumlah 25 orang yang terdiri dari unsur Bakesbangpol Kab. Bekasi, Korem 051 Wijayakarta, Polres Metro Bekasi, Kodim 0509 Bekasi, Kejaksaan Negeri Bekasi, BINDA Kab. Bekasi BAIS, Satuam Polisi Pamong Praja, BAPPEDA, FKUB dan Unsur FKDM Bekasi.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab, hal menarik yang ditanyakan adalah bagaimana kiat sehingga Kabupaten Poso bisa cepat menangani konflik. Menjawab pertannyaan tersebut, Wakil Bupati Poso menyatakan bahwa memanfaatkan sumberdaya yang ada, bekerjasama dengan seluruh unsur keamanan, menjalin komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan segera melakukan konsiliasi serta memperkuat FKUB. Pemda Kabupaten Poso membangun pasar yang berada di tengah sehingga dapat diakses bersama, membangun infrastruktur, menambah sarana prasarana bagi peningkatan ekonomi, menambah lapangan pekerjaan serta selalu melibatkan semua pihak dalam suatu kegiatan. Yang utama adalah menciptakan suasana saling percaya dan terus menjalin komunukasi.
Acara ditutup dengan saling bertukar Plakat dan cendra mata antara pamkab Bekasi dan Pemda Poso. //ca’/pul