Kam08242017

Last update04:00:00 PM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Home BARUGA BARUGA Pembangunan

Pembangunan

GEDUNG WANITA POSO KEMBALI DIRESMIKAN

  • PDF

  GEDUNG WANITA POSO TELAH DIRESMIKAN KEMBALI OLEH BUPATI POSO DARMIN AGUSTINUS SIGILIPU PADA HARI JUM'AT 27/01/2017, BERLANGSUNG DI GEDUNG WANITA YANG TERLETAK DIJALAN PULAU TIMOR, YANG DIHADIRI OLEH FORUM KOORDINASI PIMPINAN DAERAH KABUPATEN POSO, PARA ANGGOTA DPRD, PEJABAT PEMDA, TOKOH AGAMA, TOKOH MASYARAKAT.


  DALAM SAMBUTANNYA BUPATI POSO MEMBERIKAN APRESIASI DAN TERIMA KASIH KAMI SAMPAIKAN KEPADA PANITIA PEMBANGUNAN YANG TELAH MENYELESAIKAN PENGERJAAN GEDUNG WANITA POSO TEPAT WAKTU SEHINGGA GEDUNG TEMPAT PERTEMUAN YANG CUKUP ,MEGAH  INI DAPAT DIGUNAKAN KEMBALI.GEDUNG  WANITA YANG DIGUNAKAN SEBAGAI TEMPAT PERTEMUAN YANG BERSIFAT UMUM INI,SANGAT DIBUTUHKAN DI KABUPATEN POSO.KARENA  GEDUNG WANITA SEPERTI INI MERUPAKAN SARANA DAN MENJADI SALAH SATU ALTERNATIF UNTUT DIKEMBANGKAN MENJADI TEMPAT YANG REPRESENTATIF , BAIK UNTUK KEPENTINGAN PEMERINTAH MAUPUN BAGI MASYARAKAT SECARA UMUM.DENGAN KONSEP BANGUNAN YANG MODERN SEHINGGA LEBIH MEMBERI KENYAMANAN DIBANDINGKAN DENGAN BANGUNAN KONSEP YANG LAMA.


  BUPATI JUGA MENGINGATKAN KEPADA KITA SEMUA. BAHWA GEDUNG WANITA POSO ADALAH SALAH SATU BANGUNAN ASET DAERAH KABUPATEN POSO YANG DAPAT MEMBERI KONTRIBUSI POSITIF TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) MELALUI RETRIBUSI SEWA GEDUNG BERDASARKAN PERATURAN YANG BERLAKU. UNTUK ITU PERLU ADANYA SISTEM  MANAJEMEN YANG BAIK ,TATA KELOLA YANG BAIK SERTA PENGAWASAN YANG LEBIH TELITI. SEHINGGA KEHADIRAN GEDUNG INI BENAR-BENAR MEMBERIKAN MANFAAT DAN DAPAT DIRASAKAN OLEH SELURUH MASYARAKAT POSO KHUSUSNYA.


  AKHIR SAMBUTANNYA BUPATI MENGHARAPKAN,AGAR GEDUNG YANG TELAH DIBANGUAN DENGAN DANA YANG MAHAL INI KIRANYA DAPAT DIJAGA DAN DIPELIHARA UNTUK DIGUNAKAN DENGAN SEBAIK- BAIKNYA DEMI KEPENTINGAN BERSAMA SELURUH MASYARAKAT KABUPATEN POSO./ca'/pul

alt
alt

Wabup Poso resmikan soft opening PCM dan Grand Opening Hypermart PCM

  • PDF

   Soft Opening Poso City Mall (PCM) dan Grand Opening Hypermart Poso City Mall berlangsung dengan meriah diresmikan langsung Wabup Poso Ir, Samsuri, M.Si di pelataran gerai PCM Rabu, 19/10. Wabup dalam kesempatan tersebut yang membacakan sambutan Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu mengungkapkan bahwa pada awal rencana pembangunan poso city mall beberapa waktu yang lalu, banyak orang yang pesimis bahkan tidak percaya bahwa kelak poso akan ada satu bangunan mall mewah yang dikunjungi masyarakat poso dan sekitarnya sebagai tempat untuk berekreasi dan berbelanja.“ Kini mimpi orang poso itu telah terjawab dengan selesainya tahap awal pembangunan mall yang besar berlantai dua ini. sehingga beberapa hari yang lalu telah dioperasikan dan sebagian masyarakat poso telah menikmatinya dengan membawa keluarga untuk berbelanja sambil bermain di mall poso ini. “ Ungkap wabup mengutip sambutan tertulis bupati.

   Keberadaan Poso city mall yang telah menyerap tenaga kerja yang sampai pada saat ini telah tercatat sekitar 300-san tenaga kerja asli anak Poso yang mengisi lowongan pekerjaan sebagai karyawan dan karyawati poso city mall.Menurut Direktur utama PCM H. Karman Karim, mall yang dibangun di Poso ini adalah mall yang pertama dan termegah di daerah kabupaten. Tidak hanya itu, bangunan hypermart dengan konsep G-7 adalah konsep terbaru seluruh Indonesia dari hypermart kata direktur hypermart pusat. Kegiatan soft opening tersebut juga ditandai dengan penampilan tiga penari yang berkolaborasi menarikan tarian Bali, Toraja dan Poso sebagai simbol persatuan dan kesatuan masyarakat Poso.Hadir dalam soft opening PCM dan Hypermart PCM Mewakili Gubernur Sulawesi Tengah Hidayat Lamakarate (staf ahli bidang ekonomi) para direksi PCM dan direksi hypermart, anggota FKPD Poso, Tokoh Masyarakat Poso diantaranya Piet Inkiriwang, H.Adnan Arsal, H Arifin Tuamaka, para pejabat dilingkup pemda Poso serta undangan lainnya.Sekian,..MC Poso/Rusman/ca'

altalt

Proyek Perubahan : Pemeliharaan Jalan Dengan Swadaya Masyarakat di Dusun Buyungkatedo

  • PDF

Karena dana APBD Kabupaten Poso yang dialokasikan untuk pemeliharaan jalan tidak mencukupi untuk memenuhi semua jalan yang  telah dibangun. maka sangat dibutuhkan bantuan dan kesadaran masyarakat setempat untuk ikut dilibatkan dalam hal pemeliharaan jalan.


Dusun Buyungkatedo merupakan salah satu dusun yang berada di daerah pegunungan yang agak terisolir.Terletak didaerah pegunungan Desa Sepe Kecamatan Lage, dusun ini memang kurang tersentuh oleh kegiatan-kegiatan dari anggaran pemerintah, sehingga jalan dan jembatan tidak terawat karena ditumbuhi oleh rumput yang menutupi badan jalan. Bahkan ada jembatan yang sudah ambruk sehingga menutup akses jalan terdekat yang menuju ke ibukota kabupaten.  Dusun ini dihuni oleh 64 kepala keluarga, jumlah penduduk 120 jiwa dengan rincian 114 laki 106 perempuan, 78 anak-anak, 142 dewasa.


Dengan latar tersebut Angkasa Asrai Kadoy, ST dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Poso selaku selaku reformer  dari tahapan  laboratorium kepemimpinan diklat Pim IV angkatan VIII di PKP2A  melakukan  inovasi (perubahan proyek) pemeliharaan jalan dengan swadaya masyarakat di dusun Buyungkatedo.


Inovasi (Proyek Prerubahan) yang dilakukan Angkasa Asrai Kadoy, ST dimulai dari tahapan perencanan, koordinasi dengan pemerintah serta masyarakat, hingga pelaksanaannya dilokasi-lokasi yang menjadi titik sasaran perbaikan.Selain bermanfaat sebagai jalan produksi bagi masyarakat Dusun Buyungkatedo yang rata-rata adalah petani, inovasi ini juga bertujuan untuk membentuk masyarakat pekerja pemelihara jalan.


“untuk jangka menengah kami sepakat nantinya akan membentuk tim pemelihara jalan yang bertugas untuk mengawasi, memantau, melaporkan, serta melaksanakan perbaikan oleh warga setempat” pungkas Angkasa Asrai.

klik 2x pada gambar untuk memperbesar.

altalt

alt

altaltaltalt

Proyek Perubahan : PEMELIHARAAN TEBING SUNGAI DAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SECARA PARTISIPATIF DAN MANDIRI MELALUI SINERGITAS ANTARA PEMERINTAH DAN MASYARAKAT AGAR BEBAS LONGSOR

  • PDF

Berpedoman pada undang – undang nomor 7 tahun 2004 Tentang  Sumber Daya Air Bab 11 hak kewajiban dan peran masyarakat Pasal 84 yang menyebutkan bahwa masyrakat mempunyai kesempatan yang sama berperan dalam proses perencanaan pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengelolaan sumber daya air (SDA), saat mengikuti diklat Pim IV angkatan VIII di PKP2A Lembaga Administrasi negara Makassar kepala Seksi Pengelolaan Sungai Pantai Dan Rawa Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Poso M. Taufik Runa, ST., M.Si  melaksanakan proyek perubahan (Inovasi baru) sebagai bagian dari tahapan Laboratorium Kepemimpinan  dengan kegiatan  Pemeliharaan Tebing Sungai Dan Daerah Aliran Sungai Secara Partisipatif Dan Mandiri Melalui Sinergitas Antara Pemerintah Dan Masyarakat Sebagai Inovasi Dan Strategi Baru sehingga kedepannya semua tebing sungai di Kabupaten Poso akan terbebas dari longsor.
 Latar belakang munculnya inovasi baru (proyek perubahan) ini karena terdapat 366 sungai di di Kabupaten Poso yang kondisi tebing sungainya  mengalami kerusakan (longsor) yang berpotensi mengacam lahan dan perumahan serta sejumlah fasilitas umum, yang kalau menunggu penanganan dari pemerintah harus melalui proses yang panjang dengan di dukung juga tersedianya anggaran, sementara kerusakan  tebing sungai rusak itu penanganannya  harus segera  dilaksanakan. Olehnya melihat kondisi sejumlah tebing sungai yang rusak maka di butuhkan suatu upaya atau terobosan untuk melibatkan masyarakat dalam penanganan kerusakan tebing sungai yang sifatnya juga berkelanjutan. Mengawali kegiatan penanggulangan tebing sungai yang rusak ini Kepala Seksi  M Taufik Runa yang bekerja sama dengan pemerintah desa telah Membentuk Kelompok Masyarakat Peduli Sungai. Tugas kelompok masyarakat peduli sungai adalah melakukan penanggulangan kerusakan tebing sungai secara partisipatif dan swadaya untuk menjaga dan melindungi DAS yang ada di wilayah desa masing-masing agar tetap terpelihara dan lestari serta maksud lain dari kegiatan ini agar masyarakat tidak harus terus tergantung sepenuhnya kepada pemerintah dalam upaya pemeliharaan DAS .


Inovasi baru (Proyek Perubahan) yang dilakukan M Taufik Runa tidak hanya sampai di perencanaan saja namun telah melaksanakan kegiatannya di 3 desa di kecamatan Poso Pesisir Utara yang pekerjaan fisiknya dilakukan secara swadaya oleh kelompok masyarakat peduli sungai, rincian pekerjaan fisik pemasangan bronjong 160 M3  di sungai Samalera Desa Maranda, 75 M3 bronjong di Sungai Kilo desa Trimulya dan pemasangan 150 M3 bronjong di sungai Kameasi Desa Kilo. Pekerjaan fisik ini berhasil di lakukaan tidak lepas dari kerja sama dan peran serta berbagai pihak dan stakeholder terkait seperti BWS Sulawesi III, Badan Penangulangan Bencana  Kabupaten Poso, Perbankan, serta pihak swasta yang bergerak di bidang  jasa konstruksi, rekan rekan Pers, yang juga memiliki kepedulian akan pentingnya kelestarian daerah aliran sungai di Kabupaten Poso. Melanjutkan program peduli sungai tersebut dengan bekerja sama dengan Badan Lingkungan Hidup dan Dinas Kehutan Kabupaten Poso telah dilakukan Penghijauan dengan penanaman Rumput Gajah sepanjang 150 meter untuk mengantisipasi terjadinya erosi pada tanggul tebing sungai yang telah di kerjakan  serta penanaman 100 pohon bibit bambu sebagai tanaman pelindung di ketiga bantaran sungai tersebut. Pemilihan kedua Jenis tanaman tersebut sebagai tanaman pelindung dengan mempertimbangkan kedua tanaman ini mudah di tanaman dan tidak memerlukan pemeliharaan khusus.

Selain untuk maksud perlindungan tebing sungai secara alami, kedua tanaman tersebut memiliki nilai ekonomis bisa di manfaatkan oleh masyarakat nantinya. Seperti Rumput gajah untuk pakan ternak sapi  dan Bambu sebagai bahan dasar kerajinan masyarakat dan komponen  bangunan rumah.Program Pemeliharaan Tebing Sungai Dan Daerah Aliran Sungai Secara Partisipatif Dan Mandiri di ketiga desa ini adalah langkah awal dan dapat menjadi percontohan untuk di terapkan  di desa lain di seluruh wilayah kabupaten poso, sebagaimana  tujuan jangka panjang yang di harapkan oleh M. Taufik Runa selaku reformer  dari tahapan  laboratorium kepemimpinan saaat mengikuti diklat Pim IV angkatan VIII di PKP2A Lembaga Administrasi negara Makassar yaitu menciptakan Tebing Sungai di Kabupaten Poso Bebas Longsor .

altaltaltalt

Proyek Perubahan : Pengendalian Pemanfaatan peranserta stakeholder dalam pengendalian pemanfaatan ruang

  • PDF

Kepala Seksi Perencanaan Tata Ruang  Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Daerah Kabupaten Poso, Ebert Febrianus Tonimba, S.T., M.T melakukan survei, koordinasi, sosialisasi, kesepakatan dan komitmen dengan masyarakat dan stakeholder dalam pemanfaatan ruang.

Kegiatan ini sebagai Implementasi Proyek Perubahan Pengendalian Pemanfaatan peran serta stakeholder dalam pengendalian pemanfaatan ruang Diklat PIM IV LAN Makassar nama Reformer Ebert Febrianus Tonimba, S.T., M.T  di Kelurahan Pamona Kecamatan Pamona Puselemba.

alt

alt

alt

alt