Kam02222018

Last update12:37:21 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Home BARUGA BARUGA Pembangunan Memberdayakan Masyarakat Dalam Pengelolahan Hutan Demi Terciptanya Eco Wisata Yang Mampu Mengangkat Derajat Kesejahteraan.

Memberdayakan Masyarakat Dalam Pengelolahan Hutan Demi Terciptanya Eco Wisata Yang Mampu Mengangkat Derajat Kesejahteraan.

  • PDF
alt
alt
  • Sebelumnya
  • 1 of 2
  • Selanjutnya

Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu menerima kunjungan Bernd Unger (CTA) Forest Programme III (REDD +) bersama Dr. Ahmadrizal (Konsultan), Dedy Asriady, S.Si., MP (Ka.BBTNLL), Kamaluddin, S.Si., M.Si, dra. Titik Wardiningsih, M.Si (Ka BPDASHL), Adriono dan Wahid C. Noor (BPDASHL), bertempat diruang rapat kerja Bupati Poso (01/01/18).

Kerjasama antara Pemerintah Indonesia (Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia) dan Jerman Deutsche Zusammenarbeit diruang kerjanya tadi pagi, didampingi Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si dan Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setdakab Poso M. Ari Pamungkas, Sh., MH. Kunjungan ini untuk membicarakan rencana kerja tahun 2017 – 2023. Sebagai pelaksana Direktorat PIKA (KSDAE) dengan melibatkan 3 satuan kerja (satker) yaitu :

1. Balai Besar Tanam Nasional Lore Lindu (BBTNLL),

2. Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Hutan dan Lahan (BPDASHL Palu Poso),

3. Balai Perhutanan Sosial dan Kemitaan Lingkungan (BPSKL) dengan menggunakan Pola  pedekatan kawasan integratif.

Tahun 2017 mulai melakukan pendataan di 14 Desa yang ada di Kabupaten Poso serta melakukan seleksi bagi fasilitator desa, melakukan patroli di Taman Nasional Lore Lindu dan biodiversity monitoring bersama masyarakat, Studi Baseline Social-ekonomi (oleh Universitas Tadulako), dan Reaktivasi Cagar Biosfer Lore Lindu (oleh GIZ). Di tahun 2018, yang terpilih untuk implementasi kegiatan meliputi: Lore Barat (Tuare, Kageroa, Kolori, Lelio dan Tomihipi), Lore Peore (Watutau) dan Lore Utara (Kadua dan Sedoa).

BBTNLL telah melakukan Sosialisasi Role Model TNLL – pengelolaan TN berbasis masyarakat, Pelatihan untuk masyarakat, Penanaman Batas Hidup (Living Boundary), Eko Wisata: Studi, Pelatihan dan Infrastruktur dan Biodiversity: Baseline Studi tetang Key-Species (Maleo, Anoa, Babirusa dan jenis endemik lainnya) serta monitoring rutin bersama masyarakat, Patroli TNLL bersama masyarakat, Kemitraan Konservasi Masyarakat (KKM), Persiapan Agroforestry (pola kemitraan) dalam TNLL dan Supervisi komponen Penelitian. BPDASHL Palu-Poso telah melakukan : Agroforestry di APL, Kebun Bibit Rakyat, Studi DAS (Lore Barat), Identifikasi potensi rehabilitasi Hutan Lindung, Capacity Buidling untuk KPH, Pemda serta Pelatihan untuk masyarakat. BPSKLtelah melakukan : Participative Landuse Planning (PLUP), Persiapan Agroforestry (pola kemitraan) dalam TNLL, Analisis Pasar tentang produk Agroforestry, Persiapan Perhutanan Sosial, Mendukung kelompok perempuan dan Pelatihan untuk masyarakat.

Kegiatan ini disambut Bupati dan Wakil Bupati Poso dengan antusias, karena pola yang diterapkan merupakan harapan bagi bersinerginya masyarakat dengan alam (lingkungan sekitar). Mengelola taman nasional lore berbasis masyarakat. Masyarakat juga punya peranan penting dalam upaya menjaga kelestarian hutan. Setiap desa akan dibuat kebun rakyat sesuai dengan potensi yang ada diwilayahnya serta kebutuhan dan keinginan masyarakat. Menurut Bupati Darmin, Inodo adalah salah satu jenis kayu asli yang bisa dijadikan bahan membuat pakaian. Masyarakat Bada, sangat menginginkan agar jenis kayu ini dapat dibudidayakan agar pakaian adat sebagai ciri khas akan terus bertahan. Hutan negara yang mendapat ijin dapat dikelola untuk kesejahteraan masyarakat. Demikian juga halnya dengan hutan lindung, jika di ijinkan bisa dimanfaatkan, namun secara terbatas dan bukan untuk pemukiman.

Master plan eco wisata untuk cagar biosfer sudah ada sejak tahun1977. Cagar biosfer di Taman Nasional Lore Lindu diakukui olen UNESCO sebagai salah satu paru-paru dunia dan melihat poso sebagai daerah yang mempunyai daya tarik wisata. Dengan melihat potensi ini, maka akan dilakukan studi mengenai eco wisata di taman nasional lore lindu. Destinasi wisata untuk cagar budaya. Di harapkan akan memberikan benefit bagi masyarakat, lebih elok apabila wisatawan yang datang berkunjung, bisa menikmati hiburan (atraksi) setempat dan terdapat penginapan yang memungkinkan mereka untuk bermalam.

Harapan masyarakat dapat menikmati jalan lingkar yang menghubungan Poso, Bada dan Napu akan terealisasi dengan berjalannya kegiatan ini. //ca’/pul