Kam10192017

Last update12:46:39 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Home BARUGA BARUGA Olahraga

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Poso

  • PDF

Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si menghadiri Acara Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Poso Dalam Rangka Penyampaian Laporan Panitia Khusus V DPRD Kabupaten Poso Membahas Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Poso Tentang Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Penyampaian Pengantar Nota Keuangan Bupati Poso Tentang Laporan Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Poso Tahun Anggaran 2016, Selasa 04-07-2017. Hadir dalam acara ini, FKPD, Rektor Unsimar Poso, Anggota DPRD Kabupaten Poso, Kepala-Kepala OPD, Tokoh Masyarakat, Agama dan Tokoh Perempuan, Staf Ahli DPRD, Wartawan cetak maupun elektronik, dan para undangan.

Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si membacakan Nota Keuangan Bupati Poso tentang Pertanggung jawaban pelaksanaan Anngaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBD tahun 2016 dan telah sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku tentang Pedoman Penggunaan Keuangan Daerah. Disusun secara sistematis sesuai dengan peruntukkannya. APBD Kabupaten Poso diuraikan mulai dari sumber dana sampai pada penggunaannya yang dapat dipertanggung jawabkan. Pada akhir laporan, Wakil Bupati Poso mnyerahkan Laporan Pertanggung jawaban Penggunaan APBD kepada pimpinan DPRD. Sementara untuk Raperda mengenai BPD disepakati jumlah anggota BPD sebanyak 5 orang dengan pertimbangan efisiensi anggaran sehingga tidak terkesan pemborosan.//ca’/pulalt

Bupati Buka Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Poso

  • PDF

Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu membuka secara resmi Diklat Kepemimpinan Tingkat IV di lingkungan pemerintah kabupaten poso ditandai dengan pemukulan gong dan penyamatan tanda peserta dilanjutkan dengan pembacaan ikrar janji peserta bertempat digedung balai diklat maliwuko kabupaten poso, 3/07/17. Hadir dalam kegiatan tersebut forum koordinasi pimpinan daerah kabupaten poso, rektor unsimar kabupaten poso Kisman Lantang, SE.,M.Si, para kepala OPD kabupaten poso, para peserta Diklat PIM IV serta undangan lainnya.

Lanjut... Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu dalam sambutannya menyampaikan bahwa diklat kepemimpinan tingkat IV merupakan konsep pengembangan kompetensi manajerial bagi PNS yang dikhususkan bagi pejabat pengawas atau pejabat struktural eselon IV, diklat ini menuntut para peserta untuk memiliki kompetensi kepemimpinan operasional yaitu kemampuan dalam membuat perencanaan pelaksanaan kegiatan-kegiatan instansi dan kemampuan mempengaruhi serta memobilisasi bawahan dan pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan organisasi. Darmin Agustinus Sigilipu juga berharap agar para mentor yang merupakan atasan langsung peserta diklat dan pimpinan OPD turut berperan aktif mendorong peserta untuk menunjukan kinerja dalam merancang suatu perubahan di unit kerjanya dan memimpin perubahan tersebut sehingga memberikan hasil yang signifikan bagi organisasi. Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu juga berpesan bagi peserta diklat kepemimpinan tingkat IV yang akan mengikuti tahapan kegiatan selama 97 hari kedepan dan sangat beruntung mendapat kesempatan yang baik karena masih ada lebih dari 400 orang pejabat pengawas atau eselon IV yang belum mengikuti diklat karna ini merupakan standar kompetensi yang harus dimiliki dalam jabatan. Lebih baik tidak lulus dalam tes ikut diklat dari pada tidak lulus dalam diklat pim IV, pergunakanlah kesempatan ini sebaik-baiknya dengan karya dan kreatifitas yang nyata dan bermanfaat bagi organisasi dan selamat menjadi pemimpin perubahan. diakhir sambutannya Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu mengingatkan bahwa kepemimpinan bukan posisi tetapi aksi, seorang pemimpin memberi contoh dan menjadikannya contoh sebagai orang tua yang artinya tidak boleh memilih-milih semua dianggap sama, bertindak sebagai guru yang artinya bisa berbagi ilmu yang baik bagi semua orang, menempatkan diri sebagai teman, rekan kerja dan menempatkan diri sebagai hakim yang artinya memberikan tindakan bagi pegawai yang melanggar aturan dan diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sementara sambutan kepala BPDSDM daerah provinsi sulawesi tengah diwakili oleh kepala bidang pengembangan kompetensi manajerial dan fungsional Drs. H. Aswin Saudo, M.SI mengatakan bahwa peserta diklat kepemimpinan agar dapat bersungguh-sungguh secara serius dan disiplin dalam mengikuti seluruh kegiatan dan materi sesuai jadwal yang ditentukan sehingga nantinya diharapkan dapat menghasilkan alumni yang tidak hanya memiliki kompetensi tetapi juga mampu menunjukan kinerjanya dalam memimpin perubahan.//ca’/pul

altalt

Halal Bihalal Pada Apel Perdana

  • PDF

Kehadiran PNS pada apel perdana di Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Poso, cukup memuaskan, Senin (03/07/2017). Menurut Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu jumlah kehadiran PNS diapel perdana ini setelah libur yang cukup lama. Berkisar sekitar 99,5% dimana hampir seluruh PNS sadar akan tanggung jawabnya sebagai ASN. Namun masih ada juga beberapa PNS yang belum hadir tanpa keterangan. Berdasarkan Instruksi Presiden, yang dilanjutkan oleh Menteri Pendayahgunaan Aparatur Negara & Birokrasi RI, Gubernur Sulteng dan Surat Instruksi Bupati Poso. Agar seluruh PNS masuk dihari pertama kerja dengan tidak menambah libur. Hal ini berkesesuaian dengan PP No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS yang memuat hal-hal mengenai Kewajiban dan Hak PNS. Ada konsekuensi apabila PNS yang bersangkutan mangkir dari kerja di hari pertama masuk kantor. Olehnya Bupati Poso mengharuskan agar seluruh kepala OPD memasukan daftar kehadiran masing-masing stafnya pada siang ini paling lambat jam 14.00. Terhadap PNS yang tidak hadir di apel perdana tanpa keterangan yang jelas, Bupati Poso akan mengambil tindakan tegas sesuai tingkat kesalahan, karena menurut PP 53 tahun 2010 sanksi dapat berupa sanksi ringan, sedang dan berat yang berupa pemberhentian dengan tidak hormat atau pemecatan. Usai apel perdana, Bupati Poso melanjutkan sidak ke beberapa OPD Lingkup Pemda Poso untuk mengecek secara langsung keaktifan PNS melaksanakan tugasnya bukan hanya datang mengikuti apel perdana. Pada apel ini juga, Bupati Poso menyerahkan penghargaan kepada Camat Lore Tengah atas keberhasilannya melunasi PBB Tahun 2017 serta penyerahan piala kepada Kontingen Pesparawi Kabupaten Poso yang berhasil meraih juara 2 pada kategori PSDC dan juara 2 kategori PSRP serta juara 1 untuk kategori PSW di ajang Pesparawi tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang dilaksanakan di Palu.//ca'/pul

altalt



Poso Berhasil Membawa Pulang 3 Piala Pesparawi Tingkat Provinsi Sulawesi

  • PDF

Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengembangan Paduan Suara Daerah (LPPD) Sulawesi Tengah dengan tema : Mataku Tetap Terarah Kepada TUHAN Sebab Ia Mengeluarkan Kakiku Dari Jaring. Mazmur 25 : 15.

Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 28 s/d 30 Juni 2017 di di Palu Golden Hotel. Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu menghadiri dan menyaksikan pelaksanaan Lomba Pesparawi Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2017.

Malam sebelumnya Bupati Poso menyempatkan diri untuk mengunjungi penginapan Kontingen Pesparawi Kabupaten Poso untuk melihat pemantapan latihan sekaligus memberikan wejangan demi menambah spirit seluruh Kontingen. Bupati Poso berpesan untuk memberikan penampilan terbaik untuk Poso.

Pembukaan acara di awali dengan Ibadah dan sambutan-sambutan yang disampaikan oleh Ketua Panitia, Kepala Kantor Kementrian Agama Sulawesi Tengah dan Gubernur Sulawesi Tengah H. Longki Djanggola, M.Si sekaligus membuka Pelaksanaan Lomba Pesparawi yang ditandai dengan pemukukan Gong.

Bupati Poso menyaksikan penampilan seluruh peserta tanpa ada yang terlewatkan, terlebih untuk mengobarkan fighting Spirit Kontingen Kabupaten Poso. Sambil menunggu Pengumuman hasil lomba, Bupati Poso ikut memberikan persembahan lagu pujian.

Di hari terakhir akhirnya pengumuman hasil dibacakan oleh Dewan Juri. Untuk Kategori Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) sebagai Juara I dengan jumlah nilai 81 diraih oleh Kontingen dari Kota Palu. Juara II dengan jumlah nilai 80.4 diraih Kontingen Kabupaten Poso sedangkan Juara III diraih Kontingen Morowali Utara dengan jumlah nilai 80.

Kategori Paduan Suara Pemuda Remaja (PSPR) Juara I jumlah nilai 82.5 diraih Kontingen Kota Palu, Juara II dengan jumlah nilai 81.72 diraih Kabupaten Poso sedangkan Juara III dengan jumlah nilai 80 diraih Kabupaten Sigi.

Sementara untuk Kategori Paduan Suara Wanita (PSW) Juara I dengan nilai 78 diraih oleh Kontingen Kabupaten Poso, Juara II dengan nilai 77.86 diraih Kontingem Morowali Utara dan Juara III dengan nilai 77.16 diraih Kota Palu. Sebelum membacakan hasil, dewan juri memberikan beberapa rekomendasi yang menjadi dasar penjurian yang tentunya lebih menambah literasi bagi kita semua, sehingga harus diikuti demi perbaikan kualitas Paduan Suara di Sulawesi Tengah.

Hari Ulang Tahun Desa Owini yang ke- 4

  • PDF

Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu didampingi oleh Subdanpom dan beberapa kepala OPD menghadiri Hari Ulang Tahun Desa Owini yang ke- 4 diperingati secara sederhana namun penuh rasa syukur dan suka cita, bertempat dilapangan Desa Owini, Kecamatan Pamona Barat. (20/06/17). Hadir dalam acara ini, Camat dan Sekcam Pamona Barat beserta Ketua Penggerak PKK Kecamatan dan Desa Owini, Kapolsek, Danramil Pamona Barat beserta anggotanya, Kepala UPTD Pamona Barat, Kepala Puskesmas Meko dan staf, para Pendeta dari denominasi Gereja, kepala desa se-Kecamatan Pamona Barat, perangkat desa Owini, tokoh Adat dan tokoh Agama serta seluruh warga masyarakat. Rombongan Bupati Poso disambut dengan acara Adat Pamoma dan disuguhi hiburan Tarian Torompio dan Pantomin oleh sisawa SDN Owini. Jumlah Penduduk Desa Owini sebanyak 169 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 639. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat Desa Owini adalah sebagai Petani, PNS sebanyak 16 orang dan 1 orang Pensiunan ABRI dan 3 orang Pensiunan Guru.

Lewat sambutannya, Kepala Desa Owini Adrianus Tologugu mewakili seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Bupati Poso yang telah meluangkan waktu untuk hadir pada acara HUT Desa Owini sekaligus meletakkan batu pertama pembangunan Gedung Serbaguna, yang disamping sebagai tempat berkumpulnya masyarakat (Balai Desa) juga dapat digunakan untuk hal lainnya teristimewa bagi kemaslahatan masyarakat. “Owini” berasal dari kata, O dgn wini.. “O” brarti jauh dan “wini” berarti rok panjang jadi diartikan sebagai tempat mencuci rok panjang yang jauh. Acara dimulai dengan Ibadah dan Bupati Poso menyempatkan untuk menyampaikan kesaksian lewat Pujian dan memberikan bantuan kepada seorang masyarakat yang mengalami cacat.

Dalam sambutannya Bupati Poso menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh masyarakat dan mengapresiasi rencana pembangunan gedung serbaguna, Pemerintah Kabupaten Poso menggiatkan Pembangunan yang dimulai dari desa. Karena pada dasarnya desa merupakan pondasi daerah yang harus dikuatkan dengan pembangunan yang merupakan kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup. Sumber daya alam yang dimiliki desa harus dikelola secara maksimal agar dapat menunjang pertumbuhan Desa, Kecamatan, Kabupaten bahkan Propinsi. Hal ini akan terwujud, jika kita semua bergandeng tangan se-ia sekata dalam melakukan segala pekerjaan kita secara sungguh-sungguh, karena saling membutuhkan sehingga kita akan tetap dan selalu bekerja sama. Sebelum mengakhiri sambutannya, Bupati Poso Memberikan kesempatan kepada kepala-kepala OPD yang terkait untuk menjawab pertanyaan terkait kebutuhan masyarakat. Kadis P&K, mengatakan bahwa Tenaga Pendidik di desa Owini, harus di tingkatkan baik kualitas maupun ditambah jumlahnya sehingga dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Jumlah siswa SD 85 orang dengan 6 rombel (rombongan belajar), yang seharusnya berjumlah 9. Renovasi 6 Kelas ditambah 1 Kelas serta ruanga Perpustakaan akan dimulai tahun 2018 dan ketersediaan buku referensi tahun ini akan mulai didistribusikan. Kadis Pertanian menjawab permasalahan masyarakat terhadap kebutuhan air untuk irigasi, akan dibangun saluran air yang akan menghubungkan mulai dari sumber air ke petak sawah masyarakat dan terhadap tanaman cacao telah dilakukan komunikasi dengan dua perusahaan yang menangani masalah tanaman cacao dan akan segera ditindaklanjuti. Kadis Perlindungan anak dan KB lebih menitikberatkan pada slogan dua anak cukup, dengan asumsi bahwa masyarakat Indonesia secara rata-rata hanya mampu membiayai dua anak sampai ke jenjang Pendidikan Tinggi, menjaga Kesehatan Reproduksi diantaranya jangan menikah di usia muda, jangan melahirkan diatas usia 35 Tahun dan usahakan jarak 3-5 Tahun terhadap kelahiran anak pertama dan kedua. Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil mengharapkan data kependudukan supaya diperhatikan karena untuk mengurus segala hal dibutuhkan data penduduk serta jika di Kecamatan mengalami masalah dalam Perekaman data agar segera melaporkan untuk mendapatkan solusi. Sekretaris Dinas Kesehatan menghimbau kepada masyarakat untuk membuat surat keterangan kependudukan agar bisa memperoleh Kartu Indonesia Sehat (KIS) sehingga bisa digunakan untuk mendapatkan pelayanan Kesehatan. Masyarakat antusias mendengar pernyataan tersebut dan berharap segera terealisasi sesuai rencana. //ca’/pul

altalt