Kam10192017

Last update12:46:39 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Home BARUGA BARUGA Olahraga

Forum Komunikasi Dan Koordinasi Pencegahan Faham Radikal Provinsi Sulawesi Tengah

  • PDF

Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan forum komunikasi dan koordinasi pencegahan faham radikal provinsi sulawesi tengah di kabupaten poso yang diprakarsai oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Poso bertempat di Aula Bapedalitbangda Kabupaten Poso, 12/07/17. Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1307 Poso Letkol. Inf. Dody Triohadi, S.Sos, Wakapolres Poso Kompol. Gede Suara, SH, Kepala Bidang Kewaspadaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Tengah Drs. Irwan Nursin, MM, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Poso Drs. Mahmudin Djamal, MM, Para Kepala OPD Kabupaten Poso yang terkait, Camat se-Kabupaten Poso, Koramil se-Kabupaten Poso, Kapolsek se-Kabupaten Poso, Kepala Desa/Lurah se-Kabupaten Poso, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda dan undangan lainnya.

Dalam sambutan Gubernur Sulawesi Tengah dibacakan langsung Wakil Bupati Poso menyampaikan bahwa, daerah sulawesi tengah sempat dicitrakan sebagai daerah konflik, kemudian daerah bekas konflik dan sampai saat ini masih dicitrakan sebagai daerah rawan konflik, pencitraan itu dikaitkan dengan konflik yang pernah terjadi di poso yang berkembang menjadi konflik sara dengan korban jiwa dan kerugian harta benda yang terbilang cukup besar (tragedi kemanusuaan) karena sifat dan akibat yang ditimbulkan tersebut. Ir. Samsuri, M.Si juga katakan konflik poso pada saat itu menjadi perhatian yang berskala nasional bahkan internasional dan bias pengaruh konflik poso tidak hanya terbatas pada lingkungan sekitarnya tetapi juga berdampak pada daerah-daerah provinsi tetangga, ini semua sangat tidak mengharapkan kejadian itu terulang kembali, menghadapi potensi konflik sosial yang cukup besar dan kelompok radikal yang masih eksis di daerah ini maka pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota selama ini mencanangkan dan melakukan upaya-upaya penyelesaian secara menyeluruh, komprehensif dan terprogram serta terpadu secara bertahap dan berkelanjutan baik dalam rangka memperkokoh integritas sosial maupun pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan. Diakhir sambutannya Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si mengharapkan dengan adanya forum ini dapat bersinergis dalam melakukan tugas bersama-sama pemerintah daerah dalam upaya diradikalisasi terpadu secara berkelanjutan dengan kegiatan pencegahan kelompom radikal dapat dikembalikan kepada kesadaran normatif sehingga dapat berlaku toleran, moderat dan tidak bersifat ekslusif. Sementara itu ketua panitia Mansur, SH dalam laporannya mengatakan adapun maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut adalah meningkatkan wawasan aparat pemerintah masyarakat saling tukar menukar informasi pengalaman tugas dilapangan tentang bahaya laten faham radikal, sebagai upaya untuk menggunakan presepsi dan langkah tindak pemerintah dan masyarakat dalam mengantisipasi penyebaran dan pengembangan faham radikal di sulawesi tengah sehingga terwujudnya visi, misi dan presepsi terhadap antisipasi perkembangan faham radikal di sulawesi tengah.

Ditempat yang sama Dandim 1307 Poso Letkol. Inf. Dody Triohadi, S.Sos menghimbau kepada para peserta agar benar-benar serius mengikuti kegiatan ini dengan baik agar kelompok faham radikal yang masuk di daerah ini dapat kita cegah bersama. Dody Triohadi juga katakan bahwa, untuk membangun sikap mental dan perilaku masyarakat beserta aparatur pemerintahan daerah untuk mewaspadai gejala terjadinya kerawanan dan konflik sosial yang perlu ditindaklanjuti dalam rangka melindungi masyarakat khususnya anak-anak kita yang masih duduk di bangku sekolah, menjaga trantibmas serta mencegah secara dini terjadi gejala konflik maupun krisis sosial serta menjaga keutuhan NKRI.alt

Generasi Muda GKST Menyatukan Tekad Untuk Mencintai Kebhinekaan

  • PDF

Bupati Poso, Darmin Agustinus Sigilipu membuka secara resmi Kegiatan Perayaan Hari Pekabaran Injil Pemuda Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Ke-68 Tahun 2017 Klasis Napu, yang didampingi oleh sebagian Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Poso, di Desa Kaduaa, Kecamatan Lore Utara pada Selasa (11/7/17).

altalt

Kegiatan yang diikuti oleh 14 Jemaat di Klasis Napu ini direncanakan akan berlangsung selama 10 hari (11 - 21 Juli) dengan lomba-lomba yang terdiri dari bidang kerohanian seperti lomba khotbah Alkitab dalam bahasa Pekurehua, bidang kesenian seperti karambangan rohani, dan bidang olahraga serta berbagai lomba lainnya. Acara pembukaan ini dihadiri juga oleh Anggota DPRD Kab. Poso Sahir Sampeali, Tokoh-tokoh masyarakat diantaranya Harry S. Kabi, Pengurus Pusat Persekutuan Pemuda GKST, para Gembala-Gembala Jemaat yang ada di Klasis Napu bersama seluruh Unsur Tripika Kecamatan baik Lore Utara maupun Lore Peore.

Dalam sambutannya, Bupati Poso mengajak kepada seluruh Generasi Muda GKST agar dapat menyatukan tekad dan berkomitmen tinggi untuk menjadi Pemuda yang mencintai kebhinekaan dan pluralisme yang Tuhan telah karuniakan bagi bangsa ini terutama di Tana Poso. Beliau juga menyampaikan harapannya kepada Pemuda GKST sebagai salah satu pilar dan pelopor bangsa bahwa mereka harus mampu menjawab tantangan masa kini dan masa depan dengan karya-karya yang terbaik, iman yang kokoh, dengan tidak mengesampingkan toleransi antar umat beragama, serta menjadikan perbedaan-perbedaan yang ada sebagai kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam upaya memajukan bangsa dan daerah.

Pada kesempatan ini pula diberikan bantuan kemanusiaan korban bencana gempa bumi Napu yang diserahkan oleh Bupati Poso kepada 5 Gereja yang menjadi korban gempa yakni Gereja Eklesia Wuasa, Gereja Eben Heizer Mangkapa, Gereja Maranatha Sedoa, Gereja Kalvari Watumaeta dan Gereja Baitani Alitupu berupa 149 sak semen sejumlah Rp 11.195.000,- .Setelah membuka kegiatan HPIP, Bupati Poso berkesempatan untuk meninjau secara langsung bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Poso melalui Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kab. Poso kepada sekolah-sekolah yang terganggu proses belajar mengajar akibat ruang kelas yang rubuh karena bencana gempa di desa Sedoa, Alitupu dan Watumaeta berupa Tenda Kelas Sekolah sebanyak 20 unit dengan ukuran 6 m x 14 m. Dalam perjalanan kembali ke Poso, Bupati Poso juga sejenak mengunjungi Pos-Pos Penjagaan yang ada di sepanjang jalan Napu - Poso guna mengetahui dan melihat secara langsung situasi dan kondisi dari Aparat Keamanan yang tengah bertugas.

Halal Bi Halal 1438 Hijriah Pemerintah Daerah Kabupaten Poso

  • PDF

Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri,M.Si menghadiri acara Halal Bi Halal 1438 Hijriah Pemerintah Daerah Kabupaten Poso bekerja sama dengan PHBI dan Kementerian Agama Kabupaten Poso bertempat di Gedung Torulemba Rumah Jabatan Bupati Poso, selasa, 11/07/17. Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Poso, Rektor Unsimar Poso Kisman Lantang, SE, M.Si, segenap Anggota DPRD Kabupaten Poso, Danyon 714 Poso, para Kepala OPD Kabupaten Poso,Ketua MUI Kabupaten Poso Arifin Tuamaka, Ketua PHBI Kabupaten Poso Atmajaya Marjun, S.Sos, MM, Ketua KPU Kabupaten Poso, BUMN/BUMD, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan, dan seluruh PNS dilingkungan Pemda Kabupaten Poso dan Kementerian Agama Kabupaten Poso serta undangan lainnya.

Dalam sambutan Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si menyampaikan berhalal bi halal artinya bermaaf-maafan kepada sesama umat manusia agar dosa dan kesalahan kita diampuni oleh Allah SWT, karena dosa kepada sesama manusia hanya dapat terhapus melalui permintaan maaf dengan sesama yang bersangkutan (Habluminannas/hubungan sesama manusia) dan menjadi sarana yang tepat untuk melangsungkan silaturahim saling memaafkan antara yang satu dengan lainnya. Ir. Samsuri, M.Si juga katakan bahwa melalui halal bi halal dapat memberikan ruang dan kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk bertemu bahkan dapat berkomunikasi dengan para pimpinannya, sehingga momen halal bi halal menciptakan kedekatan masyarakat dengan para pemimpinnya karena pemimpin bukanlah raja yang harus dilayani dengan sebaik-baiknya melainkan pemimpin adalah pelayan dan pengayom masyarakat menuju terciptanya kedamaian, keadilan dan kesejahteraan seluruh masyarakat kabupaten poso. Diakhir sambutannya Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M SI mengatakan kebersamaan dan toleransi yang terbangun kuat antara satu pemeluk agama dengan pemeluk agama lainnya sehingga momen keagamaan berlangsung dan berjalan dengan baik, damai dan penuh khusyu di daerah yang kita cintai ini.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Poso dalam sambutannya yang dibacakan langsung Drs. Hi. Wawa Suriyatna, M.Hi mengatakan halal bi halal bagi kita bangsa indonesia khususnya adalah merupakan tradisi yang diwariskan oleh para pendahulu kita yang digali dari bumi pertiwi, meskipun acara semacam ini termasuk hanya tradisi semata akan tetapi yang jelas manfaat dan maslahatnya lebih besar, maka hal itu agama tidak melarangnya, dan bertujuan agar tercipta ukhuwwah islamiyah, wathoniyah, ukhuwah basyariah dan ukhuwah wathoniyah, terjalin persaudaraan yang lebih akrab diantara sesama kita dan dilingkungan sekitar kita. Hi. Wawa Suriyatna juga katakan rasa sakit hati yang pernah timbul umpamanya, akan musnah kalau kita saling mengikhlaskan dan melupakan keikhlafan dimasa lalu dan akan lebih baik lagi apabila diiringi dengan acara saling berjabatan tangan. Sementara itu dalam hikmah halal bi halal yang disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Modern Ithihadul Umah Gontor 13 Ustad Cecep Sobarahmat mengatakan mengilas esensi halal bi halal intinya adalah minta maaf, memaafkan dan silaturahmi. //ca’/pul

alt

Kunjungan Kerja Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Ke Poso

  • PDF

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja sekaligus tatap muka ke Pemerintah Daerah Kabupaten Poso, pada Senin (10/7/17).

alt

alt

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia diwakili oleh Kepala Pusat P2K2 Amerika/Eropa BPPK Kementerian Luar Negeri Leonard F. Hutabarat. Kunker Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia ini dalam rangka kegiatan penelitian terikat di Brunai Darusalam, Indonesia, Malasya, Philipina East Asean Grounth Area (BIMP-Eaga). wakil dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia ini diterima langsung oleh Bupati Poso, Darmin A. Sigilipu di Ruang Mpogombo Kantor Bupati Poso.

Upacara Peringatan HUT ke-71 Bhayangkara di Poso

  • PDF

Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Sulawesi Tengah Resort Poso menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara Ke-71 Tahun 2017 berlangsung secara hikmat, tertib dan aman. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu, Komandan Upacara Polsek Poso Kota AKP. Robi Utomo, SH, MK, dan Perwira Upacara Kabagops Polres Poso, AKP. Anton H. Mohamad, SH dan sebagai peserta Upacara dari TNI, Subden 1 Den B Pelopor, Satlantas, Satbinmas dan Satintelkam, bertempat dihalaman Kantor Polres Poso, pada Senin, (10/07/17).

altalt

Dalam Amanat Presiden Republik Indonesia dibacakan langsung Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu menyampaikan bahwa sepanjang 71 tahun sejarah pengabdian Polri pada bangsa dan negara telah banyak berperan memberikan sumbangsih yang sangat besar dalam upayah pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum serta perlindungan, pengayom dan pelayan kepada masyarakat. Darmin Agustinus Sigilipu juga mengharapkan HUT Bhayangkara kali ini bukan hanya sekedar perayaan, tetapi dapat menjadi momentum untuk refleksi diri guna meningkatkan optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi Polri khususnya dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, diminta Polri mampu mengedepankan tindakan penangkalan dan pencegahan, petakan, deteksi dan antisipasi setiap potensi kerawanan yang ada, serta lakukan langkah penanganan yang tepat agar tidak terjadi gangguan kamtibmas yang meresahkan, sehingga seluruh kegiatan dapat berjalan lancar dan masyarakat dapat melaksanakan seluruh aktivitas dengan aman dan nyaman.

Bupati juga katakan bahwa dibidang penegakan hukum, lakukan pemberantasan terhadap setiap bentuk kejahatan dan tindak kriminalitas secara tegas, profesional, legitimate dan tidak diskriminatif, sehingga dapat menjamin kepastian hukum dan memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat, berantas praktek-praktek pungutan liar, mafia hukum, makelar kasus di kepolisian, perbaiki mutu dan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan memberikan pelayanan yang mudah, sederhana, tidak berbelit, prosedur yang jelas serta hindari adanya pungutan tambahan maupun aktivitas percaloan pada seluruh titik layanan polri. Diakhir amanat Presiden RI dibacakan Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu berharap, melalui tangan Polri negara dapat selalu hadir ditengah masyarakat dalam memberikan rasa aman, mampu membangun keteraturan dan keharmonisan sosial, menjadi tauladan dalam kepatuhan dan ketaatan terhadap hukum serta tidak sekalipun melakukan perbuatan menyimpang dan tercela, jadilah penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial diruang publik. 

Hadir dalam upacara tersebut Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Poso, Rektor Unsimar Poso Kisman Lantang, SE, M.Si, Kaops Tinombala, Para Kepala OPD Kabupaten Poso, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, pensiunan Polri dan segenap Anggota Polri Sulawesi Tengah Resort Poso serta undangan lainnya.