Kam10192017

Last update12:46:39 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Home BARUGA BARUGA Olahraga

Pemda Poso Serahkan 9 Ekor Sapi Kurban

  • PDF

Sudah menjadi kegiatan rutin setiap menjelang Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban Pemerintah Kabupaten Poso menyerahkan hewan qurban kepada masyarakat yang membutuhkan.

alt

Wakil Bupati Poso, Ir. Samsuri, M.Si menyerahkan secara simbolis hewan qurban berupa sapi kepada Ketua Pengurus Hari-Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Poso Atmajaya Mardjun, S.Sos, MM untuk selanjutnya diserhakan kepada masyarakat yang membutuhkan di halaman Kantor Bupati Poso, Rabu,(30/8/17). 


Didampingi oleh Ketua MUI Kabupaten Poso Hi. Arifin Tuamaka, S.Ag, MM, Ketua FKUB Yusuf Runa, S.Sos, dan disaksikan oleh para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso.

"Penyerahan hewan qurban yang kita lakukan ini sebagai bentuk ibadah dan kecintaan kita kepada Allah SWT, untuk membantu dan meringankan beban saudara kita dan masyarakat yang membutuhkan dengan adanya daging qurban,"ungkap Ir. samsuri dalam sambutannya.

"Ibadah qurban dalam agama islam merupakan ibadah yang diamalkan untuk membersihkan hati agar menjadi lahan yang subur tumbuhnya iman dan taqwa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, sehingga ibadah ini merupakan 
perintah yang angat dianjurkan (sunnah muakkadah) karena itu bagi yang berkemampuan dapat melaksanakan ibadah qurban ini,"harapnya.


"Hewan qurban tahun ini berjumlah 9 ekor Sapi, kembali menyumbangkan 1 hewan qurban secara pribadi Bupati Poso, Darmin Agustinus Sigilipu 1 ekor, Bagian Kesramas Setdakab Poso 1 Ekor, Badan Pendapatan Daerah kabupaten Poso 1 ekor dan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Poso 6 ekor,”ungkap Wakil Bupati Poso Ir. samsuri, M.Si.

"Bantuan hewan qurban dari pemda dapat memotivasi kepada kita semua yang berkemampuan lebih untuk mau berqurban menyisihkan sebagian rezki kepada saudara-saudara kita yang kurang beruntung sehingga nikmatnya berhari raya idul adha dapat kita rasakan bersama". Harapnya.

Diakhir sambutannya Ir. samsuri, M.Si menyampaikan selamat menyongsong lebaran idul adha 1438 hijrian minal aidin walfaidzin mohon maaf lahir bathin kepada seluruh umat islam kabupaten poso khususnya para ASN dengan penuh suka cita dan kegembiraan.

Verifikasi dan Statistik Kabupaten Poso Tahun 2016

  • PDF

Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si membuka secara resmi kegiatan verifikasi dan statistik kabupaten poso tahun 2016 yang di prakarsai oleh Bagian Administrasi Data dan Statistik Setdakab Poso bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik Kabupaten Poso bertempat di Ruang Pogombo Kantor Bupati Poso, pada Rabu (30/08/17).

alt


Dalam sambutan Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si menyampaikan data dan statistik merupakan suatu kumpulan informasi atau keterangan yang disampaikan dan diperoleh orang dari suatu pengamatan baik dalam bentuk angka, lambang ataupun sifat, sehingga data diolah secara baik untuk mendapatkan hasil informasi maupun kesimpulan yang baik dan akurat, karena data harus memiliki sifat representative atau mewakili, objektif atau sesuai dengan apa yang terjadi, relevan atau berhubungan dengan persoalan yang sedang dialami dan yang akan dipecahkan , serta akurat dengan nilai ketelitian yang tinggi dan kesalahan atau standart eror yang kecil juga mendapatkan data internal dan eksternal hasil akhir statistik.

Diakhir sambutannya Ir. Samsuri, M.Si berharap, melalui kegiatan verifikasi data dan statistik yang dilaksanakan agar dapat memperoleh data yang valid dan akuntabel yang dapat dipertanggungjawabkan serta menjadi basic data acuan dalam menyusun program kegiatan yang akan dilaksankan masing-masing OPD dan dapat mengikuti dengan sebaik-baiknya sampai kegiatan ini selesai sehingga benar-benar OPD dapat dipertanggungjawabkan keakuratannya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BNN Kabupaten Poso Ir. Max Tungka , Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Poso Ir. Yasrin Hendrita Tasala, M.Si, Para OPD terkait, para camat Poso Kota Bersaudara serta undangan lainnya.

Fasilitasi Pokja Pengarusutamaan Gender dan Anak

  • PDF

Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu membuka secara resmi kegiatan fasilitasi pokja pengarusutamaan gender dan anak dalam rangka peningkatan kapasitas kelembagaan pengarusutamaan gender (PUG) di kabupaten poso yang diprakarsai oleh dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kabupaten poso bertempat di ruang pogombo kantor bupati poso, (29/08/17).

alt

Dalam laporan kepala bidang kwalitas hidup perempuan, kwalitas keluarga data dan informasi selaku ketua panitia Summiati, SS menyampaikan adapun tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan komitmen pejabat di daerah mengenai PUG dan perencanaan penganggaran responsif gender (PPRG), meningkatkan koordinasi, sinkronisasi dan integrasi didalam proses penyusunan rencana pembangunan nasional, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pada pelaksanaan PUG dan PPRG di seluruh OPD yang ada di daerah, meningkatkan kesadaran dan pemahaman para pengambil keputusan tentang pentingnya isu gender dalam kebijakan pembangunan dan mempercepat terwujudnya kesetaraan gender dan keadilan gender, mengoptimalkan peran dan fungsi Pokja PUG sebagai wadah konsultasi bagi pelaksanaan dan Penggerak PUG, sehingga semua tujuan ini dapat diharapkan adanya kesamaan persepsi dan pandangan serta pemahaman pelaksanaan PUG di kabupaten poso dan sinergi, sinkronisasi program dan kegiatan pelaksanaan PUG di kabupaten poso.

Summiati, SS juga katakan bahwa peserta kegiatan fasilitasi pokja pengarusutamaan gender dan anak berjumlah 40 orang yang terdiri dari 30 orang kepala OPD dan 10 orang kepala bagian sekretariat daerah kabupaten poso.

Sementara bupati poso Darmin Agustinus Sigilipu dalam sambutannya mengatakan pengarusutamaan gender dalam pembangunan merupakan upaya strategi untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam seluruh proses sumber daya serta hasil-hasil pembangunan, adapun indikator yang dipakai dalam mengukur pelaksanaan pengarustamaan gender adalah adanya akses, adanya partisipasi, manfaat serta adanya kontrol masyarakat perempuan dan laki-laki secara adil dalam pembangunan yang dijamin oleh negara dalam undang-undang dasar.

Darmin Agustinus Sigilipu juga mengharapkan melalui kegiatan fasilitasi pokja pengarusutamaan gender yang dilaksanakan nantinya setiap OPD mampu mensinergikan dan mengimplementasikan program-program OPD kepada masyarakat dan organisasi pemerhati perempuan dalam pengarusutamaan gender dan kepada OPD agar kegiatan ini diikuti sampai dengan selesai sehingga membawa dampak yang positif terhadap peningkatan peran dan partisipasi aktif gender dalam pembangunan. Diakhir sambutannya Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu mengharapkan kepada nara sumber dan pemateri agar memaparkan atau menyampaikan materinya dengan bahasa yang luges dan komunikatif sehingga para peserya dapat dengan mudah memahami maksud dan tujuan pelaksanaan fasilitas pokja pengarusutamaan gender.

Hadir dalam kegiatan tersebut para staf ahli bupati poso, asisten administrasi pemerintahan dan kesra setdakab poso M.Ari Pamungkas, SH, MH, para kepala OPD kabupaten poso serta undangan lainnya.

Tawongan Adakan Balap Ketiting

  • PDF

Memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-72 Tahun 2017, Persatuan Balap KONELO Tawongan, Kabupaten Poso, menggelar lomba Balap Ketinting, pada Sabtu (26/8/17). Kegiatan lomba ini diikuti oleh beberapa diantaranya Tim, diantaranya Tawongan Team, Prima Sentosa, Kayu Nyole team.

altalt
Sebanyak 20 Peserta adu kecepatan perahu diperairan teluk Poso-Tawongan. Kurang lebih 1500 meter jarak yang ditempuh para pembalap Ketinting ini untuk sampai ke garis Finish. Selama 10 menit berada dilintasan air, Peserta lomba harus menakhlukkan rintangan, tikungan dan arus laut.


Kegiatan berlangsung pagi hari dibuka secara resmi oleh Bupati Poso yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra M. Ari Pamungkas, SH, MH.
Dalam acara tersebut Bupati Poso turut didampingi oleh Kepala Dinas Kumperindag Kabupaten Poso, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Poso, Sekretaris Kelurahan Tawongan, Kepala SMP Negeri 3 Poso, Serta undangan lainnya. 


Dilokasi lomba para peserta nampak bersemangat memacu ketinting yang dikemudinya. Sementara warga yang menyaksikan peserta yang memacu ketintingnya terlihat bersorak-sorai memberi semangat. Masing-masing berusaha menyalip peserta lainnya.

Azis (60), warga asal Dusun Kalamalea, Kelurahan Madale mengaku senang menyaksikan lomba balap Ketinting ini. "Lomba balap Ketinting ini jarang diadakan, dalam kurun setahun belum tentu ada, jadi rugi kalo kita te datang manonton" kata Azis yang datang bersama istri dan kedua anaknya.
Bupati Poso dalam sambutan tertulisnya menyatakan apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Panitia Pelaksana bahkan seluruh peserta yang turut meramaikan perlombaan, karena merupakan sebagai salah satu wujud kecintaan masyarakat khususnya para nelayan terhadap daerah kabupaten Poso yang memiliki potensi laut dan bahari yang luar biasa, dan harus dijaga bersama karena menjadi ajang tontonan dan hiburan yang menarik bagi seluruh masyarakat Poso yang menyaksikan ketangguhan dan kelincahan para Nelayan dan Para Peserta Lomba dalam menahkodai perahu yang digandeng dengan mesin Katinting.


Diakhir sambutannya Bupati Poso mengharapkan dengan adanya kegiatan Lomba balap Ketinting ini, Seluruh warga masyarakat Poso dapat lebih mencintai, dan menghargai profesi para nelayan serta menjaga Lautan dari segala bentuk pencemaran yang bisa merusak biota dan mahluk hidup yang mencadi mata pencaharian para nelayan.

Sementara Darman Mustapa selaku Ketua Panitia Pelaksana dalam sambutannya mengajak semua elemen bahwa melalui ajang Lomba balap ketinting dalam rangka memeriahkan HUT proklamasi kemerdekaan RI ke 72 Tahun ini untuk kita terus berbenah di segala bidang, mewujudkan nasionalisme, Patriotisme, membangun semangat kegotong royongan, kultur budaya yang kuat untuk mencapai sebuah kedaulatan dan menjunjung tinggi Pancasila.


Darman juga berharap kiranya kegiatan Lomba ini dapat terus dikembangkan sebagai olahraga rekreasi masyarakat Poso yang juga merupakan potensi wisata untuk Kabupaten Poso ke Depan, Karena Kabupaten Poso juga kaya akan Keindahan Alam dan budaya mampu menarik banyak wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengunjungi tempat wisata seperti halnya lomba ketinting ini, jika perlu harus menjadi kegiatan tahunan," katanya.
Perahu Ketinting dalam bahasa masyarakat Poso disebut "Duanga". Duanga adalah jenis perahu kayu yang panjangnya 1 ½ samapai 5 meter. Dilengkapi dengan mesin sebagai roda penggeraknya.
Ketinting sala satu lomba perahu tradisional yang cukup ekstrem . Pengemudi harus berani duduk di ujung perahu membelakangi baling-baling besi bermesin 5 1/2 PK . Diperlukan keterampilan, keberanian dan keahlian khusus, menjinakkan laju kecepatan perahu. semua peserta diwajibkan harus pandai berenang dan mengenakan Pelampung.
Kegiatan lomba hanya mengikutsertakan 1 kelas yaitu kelas Standar. Dipilihnya teluk Poso sebagai Wahana lomba, karena sangat strategis, tidak memiliki ombak besar yang dapat mengakibatkan perahu ketinting terbalik, , serta sesuai standar nasional.

Salah satu peserta lomba, Ajam (37) mengatakan, selain memperkenalkan kelotok atau perahu ketinting pada anaknya, sangat senang dapat ikut berpartisipasi memeriahkan HUT RI yang ke 72.


Dalam kompetisi ini berturut-turut dimenangkan oleh Tawongan 26 sebagai Juara 1, Tawongan 03 Juara 2, Prima Sentosa 29 Juara 3, Tawongan 01 pada posisi ke 4. Peserta yang juaraadalah rata-rata mendapatkan hadiah menarik, dan Piala dari Panitia Pelaksana. Kegiatan lomba ini berlangsung dengan aman, tertib, dan cukup meriah.

 

 

Jaga Masjid Sebagai Pusat Syiar Damai

  • PDF

Bupati Poso membuka secara resmi dialog interaktif dengan para narasumber bersama tokoh agama dan para takmir masjid dengan tema “Jaga Masjid kita sebagai Pusat Syiar Damai” pada Kamis (24/8/17) di Gedung Torulemba Rujab Bupati Poso.

altalt


Bupati Poso dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si adalah bahwa kegiatan ini adalah hal yang sangat tepat karena masih dalam suasana Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72, kembali memaknai substansi peristiwa bersejarah sebagai semangat dan tekad bulat untuk tetap menjaga keutuhan, kedaulatan, kesatuan Negara Republik Indonesia.


Bupati Poso juga berharap kiranya melalui momentum kegiatan pelibatan takmir masjid dalam pencegahan terorisme di poso, ini diharapkan mampu merevitalisasi dan memperkuat semangat kebangsaan dan nasionalisme bagi semua lapisan masyarakat dalam rangka pencegahan paham radikal dan isis demi keutuhan dan kesatuan NKRI.
Dalam akhir amanat tertulisnya Bupati mengingatkan bahwa tingkat kepedulian dan keterlibatan seluruh masyarakat merupakan kunci utama tentang bagaimana semua elemen bersama mencegah aksi dan ancaman terorisme yang telah menyebar dan menyusup diberbagai lini kehidupan, Sebaliknya sikap acuh dan tidak peduli masyarakat merupakan wilayah rentan yang berpotensi menyuburkan jaringan dan paham terorisme untuk berkembang biak secara leluasa di tengah masyarakat. Para tokoh dan seluruh masyarakat adalah tulang punggung deteksi dini yang cukup penting dan efektif dalam mencegah terorisme. Kerjasama sama antar instansi pemerintah dan masyarakat secara sinergis dan berkelanjutan akan menciptakan kultur yang baik demi terciptanya tatanan masyarakat yang siaga terorisme, tambahnya Samsuri.


Direktur Pencegahan BNPT, Hamli, mengingatkan bahaya yang ditimbulkan oleh kekejaman kelompok pelaku terorisme yang menamakan dirinya Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Masyarakat Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, diingatkan jangan sampai wilayahnya menjadi seperti Irak dan Suriah.
Hal ini disampaikan oleh Hamli saat menjadi narasumber pada kegiatan dialog bertema “Jadikan Masjid Kita sebagai Pusat Syiar Damai” yang menghadirkan 100 orang takmir dari 6 kecamatan di Kabupaten Poso. Dalam paparannya, Hamli mengungkapkan jalur yang kemungkinan digunakan kelompok ISIS dan simpatisannya di Asia Tenggara untuk menuju ke Filipina Selatan.

“(Kemungkinan jalur itu) ada di Tarakan, Sangir dan Morotai. Semuanya dekat dengan Poso. Bapak Ibu harus waspada, jangan sampai Poso menjadi lokasi persembunyian dan transit mereka,” pesan Hamli.


Menjadi lokasi persembunyian dan transit anggota ISIS serta simpatisannya, lanjut Hamli, sama artinya menyerahkan Poso untuk dihancurkan. “Kita semua memiliki kehidupan, memiliki masa depan. Tentu tidak ingin di Poso ini setiap hari ada tembak-tembakan, ada bom, atau ada serangan pasukan militer,” lanjutnya.
Untuk menghindari kemungkinan rusaknya Poso karena menjadi lokasi persebunyian ISIS dan simpatisannya, Hamli mengajak masyarakat, khususnya takmir masjid, untuk sedini mungkin mengenali tanda-tanda gerakan radikal terorisme. Upaya pencegahan diakuinya menjadi pilihan terbaik dibandingkan penindakan.
Sementara mantan narapidana terorisme, Kurnia Widodo, di kesempatan yang sama mengungkapkan pengalamannya mengenal paham radikal terorisme yang terjadi di sebuah masjid di Bandar Lampung.
“Di sana memang takmirnya satu aliran, kita kuasai masjid itu. Jadi mudah saja mendoktrin dan membaiat orang-orang yang datang,” ungkap Kurnia.
Kurnia mengungkapkan pengalamannya tersebut sebagai pengingat, ketika masjid dikuasai oleh kelompok pengusung paham radikal terorisme, kemungkinan akan disalahgunakan menjadi lokasi penyabarluasan paham yang diyakini kelompok tersebut.

Mari jaga masjid Bapak dan Ibu sekalian, jangan sampai dikuasai kelompok-kelompok pro radikal, kelompok pelaku terorisme,” tambahnya.
Dalam paparannya alumni Teknik Nuklir ITB tersebut juga mengungkapkan ciri-ciri kelompok yang biasa menduduki masjid untuk penyebarluasan paham radikal terorisme. Antara lain kedatangannya tidak untuk berjamaah, merasa keyakinannya paling benar dan mudah mengkafirkan dan bersikap tertutup. 
“Ketika ada jamaah di masjid, mereka tidak mau jamaah karena menganggap jamaah yang ada tidak sealiran. Kalau ada orang atau kelompok semacam itu, waspadai, jangan sampai menguasai masjid Bapak dan Ibu sekalian,” pungkas Kurnia.

Dialog ini mengangkat tema “Jaga Masjid Kita sebagai Pusat Syair Damai” di Poso terselenggara atas kerjasama BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Tengah.