Kam02222018

Last update12:37:21 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Home BARUGA BARUGA Keagamaan Musyawarah Daerah Majelis Ulama Indonesia (MUSDA MUI) III Kabupaten Poso Tahun 2018

Musyawarah Daerah Majelis Ulama Indonesia (MUSDA MUI) III Kabupaten Poso Tahun 2018

alt

Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si membuka secara resmi kegiatan musyawarah daerah majelis ulama indonesia (MUSDA MUI) III kabupaten poso tahun 2018 dengan mengusung tema "meneguhkan peran majelis ulama indonesia dalam membangun poso CERDAS yang moderat, toleran dan rahmatan lil'alamin",di gedung PGRI poso, pada Sabtu (20/1/18).

Asri Lakuntu, S.Ag selaku ketua panitia melaporkan MUI kabupaten.poso saat ini telah berada diakhir masa kepengurusannya, maka sesuai dengan ketentuan pedoman dasar dan pedoman rumah tangga sehingga diselenggarakannya MUSDA MUI III kabupaten poso dan diharapkan akan melahirkan kebijaksanaan serta program kerja sekaligus memilih pengurus MUI kabupaten poso.masa khidmat 2018-2023, yang bertujuan untuk menetapkan kebijakan serta menyusun program kerja 5 tahun kedepan sebagai penjabaran dari program umum ketetapan MUNAS, RAKERNAS dan RAKORNAS, mwningkatkan peran serta ulama khususnya MUI kabupaten poso dalam berbagai kegiatan pembangunan terutama pada sektor pembinaan aqidah, perbaikan akhlak dan pemberdayaan ekonomi serta meningkatkan kerjasama antara MUI dengan instansi pemerintah, ormas keagamaan dan kalangan swasta dalam pemberdayaan umat,

Asri Lakuntu juga katakan, adapun jumlah peserta penuh sebanyak 25 orang yaitu MUI provinsi sulawesi tengah 1 orang, dewan penasehat sebanyak 1 orang, kantor kementerian agama kabupaten poso.1 orang, pimpinan harian MUI kabupaten poso 1 orang, ormas islam 22 orang, MUI kecamatan 3 orang, pondok pesantren 1 orang, perguruan tinggi 1 orang ditambah dengan peserta peninjau 22 orang.

Sementara ketua MUI kabupaten poso Arifin Tuamaka, S. Ag dalam sambutannya mengharapkan dengan MUSDA MUI III kabupaten poso agar dapat meningkatkan pemahaman, kesadaran dan pengamalan keagamaan islam sehingga dapat menghasilkan manusia dalam tatanan masyarakat indonesia yang berbudaya, berakhlakul karimah, jujur adil dan berkemajuan yang diiringi dengan nilai-nilai agama, solidaritas dan toleransi serta terus menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945 dalan bingkai bhineka tunggal ika.

Pada kesempatan yang sama Wakil Bupati Poso, Ir. Samsuri, M.Si dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada MUI yang telah melakukan dan melaksanakan hal-hal yang positif terhadap pemerintah daerah kabupaten poso dan selamat atas keberhasilan selama ini sudah banyak membantu pemerintah yang dilakukan oleh Ketua MUI kabupaten poso, mudah-mudahan progran kedepannya terus berlanjut dengan baik atas terpilihnya ketua MUI.yang baru nantinya

Ir. Samsuri, M.Si juga katakan, MUI sebagai wadah para ulama, cendikiawan muslim serta sebagai wadah yang mewakili umat islam dalam hubungan dan konsultasi antar umat beragama dan sebagai pemberi fatwa, hukum kepada umat islam dan pemerintah, dengan demikian maka MUI selalu dituntut untuk senantiasa peka menyahuti masalah-masalah sosial kemasyarakatan pada masa-masa yang akan datang dan diharapkan dapat membaca perkembangan yang ada disekeliling kita sehingga dapat mengimplementasikan dan mengevaluasi diri sendiri dalam mempertimbangkan dan membicarakan hal-hal kedepan kepengurusan MUI itu sendiri.

Sementara sambutan kepala kantor kementerian agama provinsi sulawesi tengah disampaikan oleh kepala bidang madrasah juga mewakili ketua MUI provinsi sulawesi tengah Dr. H. Nasrudin L. Midu, M.Ag menyampaikan tema yang diangkat kali ini merupakan pemikiran-pemikiran yang besar untuk.membangun poso kedepan sehingga melahirkan islam yang rahmatan lil'alamin.

Dr. H. Nasrudin L. Midu, M.Ag juga katakan, bahwa ada 3 model konsep yang perlu kita gunakan yaitu konsep solidaritas yang tidak membeda-bedakan suku, ras dan agama, konsep model yang bisa merekat persaudaraan karena kita adalah satu bangsa, satu negeri dan ini merupakan ajaran dalam islam serta model konsep ukhuwa islamiyah karena kita diikat oleh aqidah-aqidah islamiyah, jadi dari ketiga konsep ini mudah-mudahan ada didalam kepengurusan MUI sehingga dapat mengimplementasikan di tengah-tengah masyarakat.

Diakhir sambutannya Dr. H. Nasrudin L. Midu, S.Ag mengatakan ada 4 prinsip yang perlu diperhatikan yaitu membangun umat yang lebih jujur dalam ucapan dan jujur dalam perbuatan, prinsip membangun yang dapat melahirkan amanah yaitu senantiasa menepati janji dan siap mempertanggung jawabkan di hadapam Allah SWT, memiliki kepekaan sosial yaitu tolong menolong serta solidaritas yang tinggi dan konsisten yaitu tidak berubah-ubah dalam menegakkan keadilan serta melaksanakan.perintah Allah dan menjahui seluruh larangan-Nya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim.1307 poso Letkol. Inf. Dodi Triyohadi, S.Sos, rektor unsimar poso Kisman Lantang, SE, M.Si, kepala kementerian agama provinsi sulawesi tengah duwakili kepala bidang madrasah sekaligus mewakili ketua MUI provinsi sulawesi tengah Dr. H. Nasrudin L. Midu, M.Ag, para OPD, ormas islam kabupaten poso, para majelis ta'lim kabupaten poso serta undangan lainya.