Sen12112017

Last update02:16:50 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Home BARUGA BARUGA Keagamaan Kunjungan Persaudaraan dan Dialog Kebangsaan FKUB Propinsi Sulawesi Tengah Bersama UNSIMAR

Kunjungan Persaudaraan dan Dialog Kebangsaan FKUB Propinsi Sulawesi Tengah Bersama UNSIMAR

alt

Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si didampingi FKPD Kabupaten Poso, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Poso, bersama ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) Propinsi Sulawesi Tengah Djamaludin M, M.Si bersama rombongan, perwakilan dari Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Poso, Kepala Kesbangpol Propinsi dan Kepala FKUB Kabupaten Poso, menghadiri acara Dialog Kebangsaan. Bertempat di Ruang Rapat Senat Universitas Sintuwu Maroso (UNSIMAR) Poso, (17-11-2017).

Sambutan Rektor Unsimar Poso Hisman Lantang, SE., M.Si, menyampaikan Unsimar berdiri pada 15 September 1986 yang terdiri dari 6 Fakultas 8 Prodi dan akan dibuka 2 Prodi lagi. Setiap Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia harus membuka pusat studi Pancasila dan Bela Negara, dan Unsimar tengah mengkaji untuk melaksanakan hal ini. Mahasiswa yang kuliah di Unsimar terdiri atas berbagai Suku dan Agama, demikian pula untuk Dosen Pengajar, rasa Cinta Kebangsaan di Kampus ini sudah terbina dengan baik dan tidak diragukan lagi.

Melalui sambutannya, Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si menegaskan bahwa Kabupaten Poso telah aman dan kondusif. Terbukti dengan pelaksanaan Gelaran baik tingkat Nasional maupun tingkat Dunia bisa terlaksana dengan sukses. Masyarakatnya hidup rukun dan damai, dan meskipun demikian sebagai Pemerintah Daerah, bersama Bupati Poso selalu bertindak cepat mengantisipasi segala kemungkinan yang ada.
Tidak mengenal waktu, ketika ada hal yang bersifat darurat dan mengharuskan penanganan secara cepat, maka Pemda akan selalu berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Kabupaten Poso dengan semboyannya Sintuwu Maroso, akan selalu menjadi Pedoman bermasyarakat bagi seluruh warga Poso. Dengan demikian, semboyan tersebut yang akan terus menjaga setiap kita dan memberikan jaminan kenyamanan dalam melakukan segala aktifitas. Terutama dalam mebangun Kabupaten Poso. Lanjut Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si, Rekonsiliasi bersama semua pihak terus dilakukan. Membina keakraban melalui berbagai kegiatan ternyata efektif untuk kembali merajut dan mengukuhkan rasa kebersamaan tanpa memandang perbedaan suku, agama maupun perbedaan lainnya.

Melalui pemaparan awal, ketua FKUB Propinsi Sulawesi Tengah, menegaskan apa yang tertuang melalui peraturan perundang-undangan dan hal tersebut mesti dijadikan patokan dalam menyamakan cara pandang kita tentang perbedaan. Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 2006 dan Nomor 9 Tahun 2006. Tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah /Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat. Kearifan budaya lokal adalah salah satu barikade yang dapat menjaga kerukunan dan menangkal segala hal negatif dari luar. Keberagaman kita di Indonesia adalah hakekat mutlak yang harus diterima karena itu merupakan takdir. Perbedaan ada untuk menciptakan persamaan, dan NKRI merupakan harga mati bagi kita warga Negara.

Selanjutnya dilakukan sesi tanya jawab dan diskusi untuk lebih mempertegas segala dinamika yang terjadi, sehingga kita bisa menjadi orang pertama yang dapat menyejukkan suasana apabila terjadi permasalahan di tengah masyarakat. //ca’/pul