Sel08222017

Last update04:53:29 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Home BARUGA BARUGA Keagamaan Generasi Muda GKST Menyatukan Tekad Untuk Mencintai Kebhinekaan

Generasi Muda GKST Menyatukan Tekad Untuk Mencintai Kebhinekaan

alt
alt
  • Sebelumnya
  • 1 of 2
  • Selanjutnya

Bupati Poso, Darmin Agustinus Sigilipu membuka secara resmi Kegiatan Perayaan Hari Pekabaran Injil Pemuda Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Ke-68 Tahun 2017 Klasis Napu, yang didampingi oleh sebagian Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Poso, di Desa Kaduaa, Kecamatan Lore Utara pada Selasa (11/7/17).

Kegiatan yang diikuti oleh 14 Jemaat di Klasis Napu ini direncanakan akan berlangsung selama 10 hari (11 - 21 Juli) dengan lomba-lomba yang terdiri dari bidang kerohanian seperti lomba khotbah Alkitab dalam bahasa Pekurehua, bidang kesenian seperti karambangan rohani, dan bidang olahraga serta berbagai lomba lainnya. Acara pembukaan ini dihadiri juga oleh Anggota DPRD Kab. Poso Sahir Sampeali, Tokoh-tokoh masyarakat diantaranya Harry S. Kabi, Pengurus Pusat Persekutuan Pemuda GKST, para Gembala-Gembala Jemaat yang ada di Klasis Napu bersama seluruh Unsur Tripika Kecamatan baik Lore Utara maupun Lore Peore.

Dalam sambutannya, Bupati Poso mengajak kepada seluruh Generasi Muda GKST agar dapat menyatukan tekad dan berkomitmen tinggi untuk menjadi Pemuda yang mencintai kebhinekaan dan pluralisme yang Tuhan telah karuniakan bagi bangsa ini terutama di Tana Poso. Beliau juga menyampaikan harapannya kepada Pemuda GKST sebagai salah satu pilar dan pelopor bangsa bahwa mereka harus mampu menjawab tantangan masa kini dan masa depan dengan karya-karya yang terbaik, iman yang kokoh, dengan tidak mengesampingkan toleransi antar umat beragama, serta menjadikan perbedaan-perbedaan yang ada sebagai kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam upaya memajukan bangsa dan daerah.

Pada kesempatan ini pula diberikan bantuan kemanusiaan korban bencana gempa bumi Napu yang diserahkan oleh Bupati Poso kepada 5 Gereja yang menjadi korban gempa yakni Gereja Eklesia Wuasa, Gereja Eben Heizer Mangkapa, Gereja Maranatha Sedoa, Gereja Kalvari Watumaeta dan Gereja Baitani Alitupu berupa 149 sak semen sejumlah Rp 11.195.000,- .Setelah membuka kegiatan HPIP, Bupati Poso berkesempatan untuk meninjau secara langsung bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Poso melalui Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kab. Poso kepada sekolah-sekolah yang terganggu proses belajar mengajar akibat ruang kelas yang rubuh karena bencana gempa di desa Sedoa, Alitupu dan Watumaeta berupa Tenda Kelas Sekolah sebanyak 20 unit dengan ukuran 6 m x 14 m. Dalam perjalanan kembali ke Poso, Bupati Poso juga sejenak mengunjungi Pos-Pos Penjagaan yang ada di sepanjang jalan Napu - Poso guna mengetahui dan melihat secara langsung situasi dan kondisi dari Aparat Keamanan yang tengah bertugas.