Sel12122017

Last update02:16:50 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Home BARUGA BARUGA Keagamaan Peresmian Gedung Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Salukaia

Peresmian Gedung Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Salukaia

alt
alt
  • Sebelumnya
  • 1 of 2
  • Selanjutnya

Gedung Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Salukaia kecamatan Pamona Barat dipersembahkan untuk kemuliaan nama Tuhan Ditahbiskan dan diresmikan oleh Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu ditandai dengan pembukaan tirai plank gereja, penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita didampingi oleh Pimpinan Pusat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Uni Kongrens Indonesia Kawasan Timur Pdt. Heppy Sibilang, MPS, MA, Ed, Pimpinan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Daerah Misi Sulawesi Tengah Pdt. Abraham Lumowa, M.Min (06/07/17).

Peresmian dan Pentahbisan Gedung Gereja Masehi Hari Ketujuh Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu bersama rombongan disambut dengan tari adat cakalele dan pengalungan bunga, hadir dalam kegiatan tersebut adalah Danyon 1307 Poso, Para pejabat dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso, Dansub Den Pom 1322 Poso I Gusti Nyoman Darmayasa, Camat bersama Unsur Pimpinam Kecamatan Pamona Barat, Kepala Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, para jemaat serta warga masyarakat Desa Salukaia. Dalam Laporan ketua panitia Max Giman Pematai menyampaikan Selama belasan tahun, penganut Advent Hari Ketujuh Jemaat Salukaia berkeinginan memiliki rumah ibadah yang layak, sama seperti rumah ibadah yang dimiliki panganut umat Kristiani lainnya yang ada di kabupaten Poso Sulawesi Tengah, ini merupakan suatu keistimewaan dan penuh khidmat bagi kami sebagai pengantut advent menggelar acara pentahbisan dan peresmian gedung Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK).

Max Giman Pematai juga mengatakan bahwa gereja yang dibangun dari dana bantuan swadaya masyarakat dan hasil pengumpulan jemaat selama 15 tahun, berhasil didirikan yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp. 850 juta, walaupun jumlah jemaatnya sedikiit, perlahan-lahan dana dapat terkumpul sehingga bangunan permanen gereja saat ini dapat dibangun. Sementara itu Dalam Sambutan Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu menyampaikan keberadaan gereja tersebut diharapkan dapat menumbuhkan motivasi kepada para jemaat untuk selalu rajin beribadah, sehingga kasih dan damai dari Tuhan Yesus Kristus sebagai kepala gereja senantiasa melingkupi setiap umat tuhan yang selalu taat dan setia melakukan firmannya.

Darmin Agustinus Sigilipu juga berpesan agar para jemaat dapat memelihara dan merawat gereja tersebut dengan sebaiknya. "Bangunan gereja yang baru dibangun dengan pengorbanan waktu dan tenaga serta biaya yang tidak sedikit ini, hendaknya dihargai sebagai berkat tuhan yang luar biasa dan tentunya kita wajib untuk memelihara dan merawat dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat digunakan dalam waktu yang lama hingga pada generasi berikutnya, Diakhir sambutannya Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu mengingatkan kepada warga masyarakat salukaia tentunya dapat menjadi motivasi dan kekuatan tersendiri untuk melakukan perubahan positif agar terus bersinergi dan berekselarasi dengan pemerintah desa, pemerintah kecamatan dan pemerintah daerah didalam mewujudkan cita-cita masyarakat menuju poso cerdas meraih piala adipura dimasa yang akan datang. Sementara ditempat yang sama Pimpinan Pusat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Uni Konfrens Indonesia Kawasan Timur Pdt. Heppy Sibilang, MPS, MA, Ed dalam sambutannya menyampaikan gereja yang akan duresmikan tersebut milik semua umat kristiani, semua manusia bisa datang untuk memohon berkat, Pdt. Heppy Sibilang juga katakan kita gereja advent bukan umat yang ekslusif, tetapi bisa menjadi berkat dari semua umat. Dan acara dilanjutkan dengan ibadah dan makan siang bersama, setelah itu Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu bersama rombongan meninjau lokasi sekaligus mengecek tempat penambangan galian C di desa Meko Kecamatan Pamona Barat, ini salah satu bentuk kepedulian Bupati terhadap warga masyarakat yang nantinya terjadi dampak negatif seperti tanah longsor dan bencana alam lainnya, karena lokasi galian C tersebut belum memiliki surat izin pengoperasian dan sementara waktu dilarang kendaraan memuat galian C dan diberhentikan segala aktifitas yang ada dilokasi penambangan menunggu kepastian hukum, ini nantinya melibatkan semua pihak baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah.

Klik 2x untuk memperbesar gambar