Sel08222017

Last update04:53:29 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Home BARUGA BARUGA Keagamaan Sidang Klasis Sulawesi Tengah Timur

Sidang Klasis Sulawesi Tengah Timur

Bupati Poso menghadiri dan membuka secara langsung Persidangan V Klasis Sulawesi Tengah Timur, dengan mengambil tema : Berakar didalam Kristus, Berbuah Banyak didalam dunia (Kolose 2:7; Yohanes 15:18). Penghimpun: Jemaat Sion Barati yang dirangkaikan dengan Ulang Tahun Gereja Toraja yang ke-70, pada Senin (13/617) di Desa Barati.


Bupati Poso didampingi beberapa Kepala OPD dan disambut dengan Tarian Bagellu' yang bermakna penyambutan kepada tamu agung. Sembari menikmati tarian, Bupati juga diundang untuk ikut menari.  Persidangan V Gereja Toraja direncanakan berlangsung dari tanggal 13 - 15 Juni 2017 diikuti sejumlah 157 orang yang berasal dari 14 Jemaat, 12 Cabang Kebaktian, 4 Tempat Kebaktian dan 1 Pos Pelayanan di Lingkungan Klasis Sulawesi Timur. Kebutuhan biaya ditaksir sejumlah Rp. 79.270.000,- yang berasal dari usaha panitia dan Pertisipasi Jemaat.


Panitian melakukan lelang lagu demi mendukung pembangunan Gedung Gereja Sion Barati yang masih dalam proses penyelesaian. Bupati Poso, spontanitas ikut menyumbangkan lagu sehingga bukan hanya semata memberikan sumbangan, tetapi ikut berpartisipasi melelang lagu yang dinyanyikan sehingga menambah jumlah lelang saat itu. Sebelum membuka kegiatan, Bupati Poso memberikan sambutan yang menekankan pada pentingnya rasa toleransi kepada siapa saja tanpa memandang Agama, Suku maupun Budaya yang berbeda. Hal tersebut akan mematri jiwa keBangsaan dan Cinta kepada NKRI. Menanamkan dan membiasakan diri untuk bergaul dengan mengedepankan etika sehingga akan meminimalisir ketersinggungan orang lain, dengan demikian rasa kebersamaan akan tetap tumbuh dan mengakar kuat.

Saling mengasihi dan menghormati sebagai sesama Anak Bangsa. Era Digitalisasi saat ini memudahkan kita untuk berpendapat dan secara langsung dapat memberikan kritik, namun terkadang kebebasan yang ada tidak dibarengi dengan pendalaman Etika sehingga sangat merugikan bagi orang lain. Ada UU ITE yang dapat menjerat Oknum jika menggunakan media sosial tidak secara bijaksana, sehingga harus menjadi pembelajaran bahwa Kebebasan Berpendapat tidak seharusnya mencederai pihak lain, karena kritik yang baik seharusnya berupa saran bukan hinaan apalagi provokasi yang akan lebih memperuncing keadaan. diakhiri dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya Persidangan V Klasis Sulawesi Tengah Timur serta penyematan secara simbolis tanda peserta Rapat.


Acara ini juga di hadiri oleh Camat Pamona Tenggara, KAPOLSEK Pamona Selatan, Kepala Desa Barati dan perangkat desa, BABINSA dan BABINKAMTIBMAS Desa Barati, Ketua Adat Desa Barati, BPS Gereja Toraja, BPSW VI Sulawesi Tengah-Sulawesi Barat, BPK dan BVK Sulawesi Tengah Timur, Pengurus OIG Tingkat Klasis Sulawesi Tengah Timur, Gembala Jemaat dari Denominasi Gereja di Desa Barati, Kepala Sekolah dan Dewan Guru yang ada di Desa Barati, wartawan cetak maupun elektronik, para undangan serta masyarakat.